Jawa Barat – Proyek Strategis Nasional (PSN) Pipa Gas Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II resmi beroperasi penuh. Peresmian ini ditandai dengan pelaksanaan komisioning pipa serta integrasi sistem transmisi gas di Stasiun Kandang Haur Timur, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menyatakan bahwa beroperasinya infrastruktur ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat integrasi jaringan pipa gas bumi nasional. Kehadiran pipa sepanjang 242 kilometer yang menghubungkan Batang hingga Kandang Haur Timur ini diharapkan mampu meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas serta menjamin keandalan pasokan energi di Pulau Jawa.
Pembangunan Pipa Cisem II dibiayai sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM. Infrastruktur ini dirancang untuk menciptakan konektivitas gas bumi yang lebih luas dari Sumatra hingga Jawa. Pada tahap awal, pasokan gas disuplai dari Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) guna menunjang produktivitas kawasan industri strategis, termasuk Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Aldiansyah Idham, menambahkan bahwa momen ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sistem gas bumi nasional yang lebih terpadu. Menurutnya, fleksibilitas sistem penyaluran akan berdampak positif pada ketahanan energi nasional.
Untuk memastikan operasional berjalan optimal, pemerintah telah menugaskan LEMIGAS sebagai pengelola aset negara tersebut melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026. Selanjutnya, melalui proses seleksi mitra strategis, Pertagas resmi ditunjuk sebagai operator pipa tersebut.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mengoperasikan Pipa Cisem II. Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
“Sebagai operator yang ditunjuk oleh Kementerian ESDM, Pertagas telah menyiapkan sarana, prasarana, serta personel yang tersebar dari Jawa Timur hingga Jawa Barat untuk memastikan pengoperasian infrastruktur ini berjalan secara aman, andal, dan optimal,” ujar Indra.
Komisioning di Kandang Haur Timur ini merupakan rangkaian penyelesaian dari proses integrasi yang sebelumnya telah dilakukan di Kawasan Industri Terpadu Batang pada pertengahan Maret 2026. Dengan selesainya tahap ini, sistem transmisi gas kini terhubung penuh dengan fasilitas operasi eksisting Pertagas.

























