Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menembus level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (12/6/2026). Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks utama pasar modal domestik ini melonjak 2,06 persen atau menguat 121 poin, sehingga parkir di posisi 6.007,65.
Penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Jumat tersebut sekaligus menggenapi akumulasi kenaikan mingguan IHSG sebesar 7,38 persen. Sepanjang hari perdagangan terakhir pekan ini, indeks sempat bergerak fluktuatif dengan menyentuh level terendah di 5.952 dan level tertinggi harian di 6.074.
Aktivitas perdagangan di pasar modal domestik terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 37,47 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi harian yang tercatat di bursa menyentuh angka Rp 21,68 triliun. Secara teknikal, pergerakan IHSG didorong oleh dominasi saham yang mengalami penguatan, yakni sebanyak 615 saham. Di sisi lain, hanya 108 saham yang terkoreksi, sementara 93 saham lainnya terpantau stagnan.
Sentimen positif juga terlihat dari kembalinya minat investor asing terhadap pasar saham Indonesia. Pada perdagangan hari Jumat, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 287,77 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, jika ditarik dalam periode mingguan, investor asing secara keseluruhan masih mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai mencapai Rp 10 triliun.
Daftar saham yang menjadi sasaran akumulasi investor asing pada perdagangan akhir pekan didominasi oleh perusahaan berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar dengan nilai net buy sebesar Rp 206,32 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai beli bersih Rp 175,09 miliar, disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp 160,31 miliar.
Selain ketiga emiten tersebut, investor asing juga mencatatkan pembelian bersih pada sejumlah saham lainnya, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 96,35 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 76,36 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 66,57 miliar.
Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net buy sebesar Rp 56,36 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 54,22 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 28,9 miliar, dan PT Timah Tbk (TINS) Rp 27,76 miliar.
Kinerja positif IHSG hingga menyentuh level 6.000 ini memberikan optimisme pasar di tengah volatilitas yang sempat terjadi pada awal pekan. Pemulihan indeks yang didorong oleh reli harga saham-saham unggulan menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap fundamental emiten di pasar modal Indonesia, meski tekanan jual asing secara mingguan masih tetap membayangi pergerakan pasar. Para pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan moneter dan data ekonomi selanjutnya untuk menentukan tren IHSG ke depan.






















