Jakarta – Kepercayaan investor global terhadap aset keuangan domestik Indonesia melonjak tajam pasca kebijakan moneter terbaru Bank Indonesia (BI). Hal ini terbukti dari derasnya aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan tanah air dalam beberapa hari terakhir.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa minat investor asing terlihat dari transaksi SRBI nonresiden dan SBN yang mencapai Rp15,11 triliun serta Rp3,91 triliun pada 10-11 Juni 2026. Selain itu, obligasi internasional Danantara juga mencatatkan penjualan perdana yang impresif sebesar Rp26,9 triliun.
“Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap aset-aset domestik,” ujar Destry dalam keterangan resminya, Jumat (12/6).
Sentimen positif pasar ini turut mendongkrak nilai tukar rupiah. Pada penutupan perdagangan Jumat sore, mata uang Garuda berhasil menguat 128,5 poin atau 0,71 persen ke level Rp17.860 per dolar AS.
Destry menjelaskan, penguatan ini merupakan buah dari bauran kebijakan BI, mulai dari kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 5,5 persen, penguatan struktur suku bunga SRBI, hingga pemberian insentif hedging swap bagi investor asing. Langkah ini juga didukung oleh pembukaan akses repo untuk likuiditas perbankan serta intensifikasi operasi moneter.
“Langkah-langkah tersebut juga didukung oleh sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah,” tambahnya.
Di sisi lain, BI terus memperkuat ketahanan eksternal melalui kerja sama strategis dengan Bank Sentral China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA). Kerja sama ini mencakup penguatan Bilateral Currency Swap Agreement (BCSA) serta perluasan penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).
Menurut Destry, perluasan LCT menjadi kunci penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. “Langkah tersebut akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah,” tegasnya.
Ke depan, BI berkomitmen untuk terus hadir di pasar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen kebijakan secara konsisten. Bank sentral optimistis bahwa dengan koordinasi yang kuat bersama pemerintah, rupiah akan terus bergerak menguat menuju level fundamentalnya.





















