IHSG Melesat 7,38 Persen, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.524 Triliun

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif sepanjang periode perdagangan 8 hingga 12 Juni 2026 dengan penguatan signifikan sebesar 7,38 persen. Indeks ditutup pada level 6.007,656, dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di angka 5.594,765. Lonjakan ini mencerminkan sentimen positif pasar modal domestik di tengah dinamika ekonomi global.

Kenaikan indeks tersebut turut mendongkrak nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Data resmi mencatat kapitalisasi pasar tumbuh 7,31 persen menjadi Rp 10.524 triliun, meningkat dari posisi Rp 9.807 triliun pada pekan sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan adanya tambahan kepercayaan investor terhadap emiten-emiten yang melantai di bursa.

Aktivitas perdagangan di bursa juga menunjukkan tren peningkatan yang cukup solid. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan terakhir naik 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi, dari sebelumnya 2,41 juta kali transaksi.

Sejalan dengan frekuensi, volume transaksi harian juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,46 persen menjadi 36,14 miliar lembar saham, dibandingkan 33,63 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Namun, terdapat dinamika pada rata-rata nilai transaksi harian yang tercatat sebesar Rp 25,06 triliun, yang mencerminkan penyesuaian nilai dibandingkan pekan lalu sebesar Rp 26,97 triliun.

Di sisi lain, arus modal asing menunjukkan perilaku yang variatif. Pada perdagangan hari terakhir periode tersebut, investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp 286,84 miliar. Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih atau net sell sebesar Rp 67,344 triliun.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan transparansi pasar, BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah menggelar Public Expose Live 2026 secara virtual pada 9 hingga 11 Juni 2026. Agenda tahunan ini difokuskan sebagai sarana meningkatkan kualitas keterbukaan informasi bagi publik.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat perlindungan investor serta mendukung agenda reformasi pasar modal. Pihak bursa juga menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan tercatat terhadap regulasi, termasuk kewajiban pemenuhan porsi kepemilikan saham publik atau free float. Langkah ini diambil untuk memastikan terciptanya ekosistem investasi yang sehat dan akuntabel.

Sebagai pelengkap transparansi, BEI kini menyediakan halaman khusus pada situs web resminya. Portal ini dirancang untuk memudahkan investor maupun pemangku kepentingan dalam mengakses data pasar secara terstruktur. Inisiatif ini diharapkan mampu membantu investor dalam pengambilan keputusan investasi yang lebih akurat, berbasis data, dan transparan di masa mendatang.

Rekomendasi