Busan – Pengakuan internasional terhadap ekosistem halal Indonesia semakin menguat setelah Silla University, Korea Selatan, menganugerahkan gelar Profesor Emeritus kepada Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata peran strategis Indonesia dalam memajukan industri halal di kancah global.
Pemberian gelar kehormatan tersebut didasari oleh kontribusi signifikan Haikal dalam memperkuat tata kelola ekosistem halal, mulai dari inisiatif kebijakan strategis hingga pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di sektor tersebut. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam harmonisasi standar halal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Haikal menekankan bahwa konsep halal melampaui batasan agama dan negara. Ia memandang halal sebagai nilai universal yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
“Jadi, halal is for all. Halal itu untuk semua. Halal is rahmatal lil alamin. Halal itu Rahmat bagi semua umat manusia,” ujar Haikal.
Selain penganugerahan gelar, kunjungan ini juga menandai langkah konkret dalam penguatan pendidikan halal melalui kerja sama antara Silla University dan BIC Halal Korea. Kemitraan ini difokuskan pada riset bersama, pertukaran pengetahuan, serta peningkatan standar sertifikasi halal internasional.
Menurut Haikal, pengembangan industri halal modern saat ini harus berpijak pada tiga pilar utama untuk menjamin integritas produk dari hulu ke hilir.
“Standar halal modern kini bertumpu pada tiga pilar utama, Traceability (Ketertelusuran), Transparency (Transparansi), dan Trustability (Keterpercayaan). Ketiga prinsip ini memastikan kehalalan produk terjamin secara utuh,” pungkas pria yang akrab disapa Babe Haikal tersebut.





















