Jakarta – Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) kini memperluas akses mahasiswa terhadap dunia industri melalui kemitraan strategis dengan PT Huawei Tech Investment. Kerja sama yang resmi diteken pada Selasa (23/6/2026) ini difokuskan untuk memangkas kesenjangan antara teori di bangku kuliah dengan kebutuhan nyata di lapangan kerja.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah operasional untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan teknologi.
“Perjanjian ini adalah tindak lanjut konkret dari kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya. Kami ingin memastikan apa yang dipelajari di kampus dapat langsung menyentuh kebutuhan dosen dan mahasiswa di lapangan,” ujar Cris.
Menurut Cris, pendidikan vokasi memiliki mandat khusus untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa proses pembelajaran di Polteknaker tidak boleh terbatas pada ruang kelas, melainkan harus terintegrasi dengan praktik industri.
“Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan. Kami ingin menjadi jembatan antara kampus dan industri,” tambahnya.
Dalam kerja sama ini, terdapat tiga pilar utama yang akan dijalankan. Pertama, penguatan pendidikan melalui keterlibatan praktisi Huawei sebagai dosen tamu, penyelarasan kurikulum, hingga penyediaan sarana praktik.
Kedua, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui program Training to Trainer dari ICT Academy. Ketiga, pemberdayaan talenta muda melalui penyediaan akses magang, informasi peluang kerja, hingga pelaksanaan campus hiring.
Cris menambahkan, inisiatif ini akan memberikan dampak luas bagi seluruh program studi di Polteknaker, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, hingga Manajemen Sumber Daya Manusia.
“Kami tidak sekadar menyiapkan tenaga kerja, tetapi menyiapkan manusia agar dapat bekerja dengan bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang. Kami melihat mitra kami memiliki komitmen yang sama, yaitu berinvestasi pada manusia dan memberdayakan talenta,” pungkasnya.






















