Jakarta – Pemerintah berupaya keras menstabilkan harga telur dan daging ayam di tingkat peternak yang sempat anjlok akibat terhentinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah. Kementerian Perdagangan kini mengandalkan sektor hotel, restoran, katering (horeka), dan ritel modern sebagai penyerap utama produksi peternak lokal.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada para pelaku usaha horeka serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Langkah ini diambil untuk memastikan saluran distribusi produk peternakan tetap berjalan lancar meski permintaan dari program MBG sedang jeda.
“Kami sudah menyampaikan surat ke horeka untuk menyerap telur dan ayam, kemudian juga ke Aprindo dan ritel. Kami butuh pasar dan saluran distribusi agar hasil produksi peternak tetap terserap,” ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Senin (22/6).
Budi berharap para pelaku usaha kuliner dapat meningkatkan penggunaan bahan baku telur dan daging ayam dalam menu mereka. Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak permintaan pasar sekaligus menjaga harga di tingkat peternak agar tidak terus merugi.
Sebelumnya, peternak di sejumlah daerah mengeluhkan harga telur di kandang yang sempat menyentuh angka Rp20.600 per kilogram. Angka tersebut berada di bawah biaya produksi yang rata-rata mencapai Rp23 ribu per kilogram.
Senada dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga telah menginstruksikan para offtaker untuk meningkatkan penyerapan produk peternakan dengan harga yang layak. Amran memperingatkan bahwa jika peternak terus merugi, mereka berisiko berhenti berproduksi, yang justru akan memicu lonjakan harga di masa depan.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah melakukan audit dan pembenahan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah. Penghentian sementara distribusi MBG ini mencakup validasi data penerima manfaat hingga penataan tata kelola program, yang membuat pemerintah harus mencari alternatif pasar untuk menyerap stok telur dan ayam nasional.





















