IHSG Berpotensi Koreksi, Simak Prospek Saham BBCA hingga RAJA

Kondisi ini mengindikasikan bahwa indeks masih rawan melanjutkan koreksi teknikal untuk menguji area support di rentang 5.723 hingga 5.972.

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih akan berada dalam tekanan jual pada perdagangan Selasa (23/6).

Prediksi ini muncul setelah indeks utama domestik tersebut ditutup melemah sebesar 0,98 persen ke level 6.116 pada sesi perdagangan Senin (22/6).

Berdasarkan analisis teknikal dari MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini diidentifikasi masih menjadi bagian dari wave (b) dari wave [iv].

Kondisi ini mengindikasikan bahwa indeks masih rawan melanjutkan koreksi teknikal untuk menguji area support di rentang 5.723 hingga 5.972.

Secara teknis, level support IHSG berada pada kisaran 5.784 hingga 5.594, sementara level resistance dipetakan pada rentang 6.286 hingga 6.459. Meski koreksi masih membayangi, analis melihat adanya peluang pembalikan arah atau penguatan kembali menuju rentang 6.548 hingga 6.782 dalam jangka menengah.

Menanggapi dinamika pasar tersebut, investor disarankan untuk menerapkan strategi Buy on Weakness pada sejumlah saham pilihan yang memiliki fundamental kuat.

Beberapa emiten yang masuk dalam radar rekomendasi meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Untuk saham BBCA, harga tercatat terkoreksi 1,19 persen ke level 6.625 dengan tekanan jual yang masih terasa, di mana pergerakannya berada di bawah garis MA60.

Posisi BBCA saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [ii] dari wave A. Investor disarankan melakukan akumulasi pada rentang 5.475-6.150 dengan target harga di level 6.850 hingga 7.150, serta menerapkan stoploss di bawah 5.350.

Sementara itu, saham ISAT menunjukkan performa yang cukup resilien dengan penguatan 0,29 persen ke level 1.740. Aksi beli masih mendominasi meski volume transaksi cenderung mengecil.

Posisi ISAT saat ini diprediksi berada pada wave v dari wave (c) dari wave [y]. Pelaku pasar dapat mempertimbangkan Buy on Weakness di rentang 1.510-1.675 dengan target harga 1.840-1.950 dan batasan risiko di bawah 1.465.

Di sektor pertambangan, NCKL mencatatkan kenaikan 0,58 persen ke level 870. Munculnya volume pembelian yang cukup signifikan membuat pergerakan harga mampu bertahan di atas MA20.

Analis memperkirakan posisi saham ini berada pada wave 2 dari wave (1). Investor disarankan melakukan Buy on Weakness pada rentang 820-855 dengan target harga 970 hingga 1.050, dan menjaga stoploss di bawah 800.

Terakhir, untuk saham RAJA yang terkoreksi 2,35 persen ke level 3.740, pergerakan cenderung sideways di bawah MA60. Saat ini, posisi saham berada pada bagian dari wave B dari wave (A).

Strategi Buy on Weakness disarankan pada rentang 3.150-3.730 dengan target harga di angka 4.080 hingga 4.750, serta menempatkan stoploss di bawah 2.950 guna meminimalisir potensi kerugian lebih lanjut akibat volatilitas pasar.

Rekomendasi