Indeks Wall Street Merosot Akibat Tekanan Saham Sektor Teknologi

persen

New York – Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan Selasa (23/6). Indeks utama Wall Street mencatatkan pelemahan setelah aksi jual pada sektor teknologi berlanjut, yang kemudian memicu respons negatif di bursa global, khususnya pada saham-saham produsen cip memori di Asia.

Indeks Nasdaq Composite yang menjadi rumah bagi perusahaan teknologi besar mencatat penurunan tajam sebesar 2,21 persen ke level 25.587,04. Senada dengan itu, indeks S&P 500 melemah 1,44 persen ke posisi 7.365,46. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mencatat koreksi lebih moderat sebesar 0,09 persen atau 45,87 poin ke level 51.666,84.

Sentimen negatif ini menyebar hingga ke bursa Asia. Saham produsen cip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, anjlok lebih dari 12 persen, yang menyeret indeks Kospi turun hampir 10 persen. Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 3,55 persen, menghentikan reli kenaikan yang telah berlangsung selama delapan hari perdagangan berturut-turut.

Di pasar Amerika Serikat, tekanan jual melanda sektor semikonduktor secara masif. Saham Micron Technology dan Sandisk masing-masing merosot 13 persen. Produsen cip lainnya seperti Intel turun 6 persen, sementara Advanced Micro Devices (AMD) dan Qualcomm mencatat pelemahan masing-masing sebesar 6 persen dan 8 persen. Secara sektoral, VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot hingga 7 persen.

Manajer portofolio senior di Morgan Stanley Investment Management, Andrew Slimmon, menilai bahwa pelemahan ini merupakan fase koreksi yang sehat bagi pasar. Menurutnya, valuasi saham teknologi saat ini secara fundamental tidak mahal, namun konsentrasi kepemilikan yang terlalu padat oleh investor yang mengejar momentum membuat pasar rentan terhadap volatilitas. Kondisi koreksi tajam dianggap sebagai konsekuensi logis dari dinamika pasar saat ini.

Meski sektor teknologi secara umum tertekan, beberapa saham di luar segmen semikonduktor mampu menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Microsoft dan Amazon mencatatkan kenaikan, begitu pula dengan saham-saham defensif seperti Walmart, Procter & Gamble, serta Johnson & Johnson. Selain itu, saham IBM melonjak 5 persen setelah JPMorgan meningkatkan peringkat rekomendasi menjadi overweight.

Saham Alphabet kembali melemah 1 persen menyusul penurunan 5 persen pada sesi sebelumnya, dipicu oleh kekhawatiran investor terkait hengkangnya sejumlah talenta kunci di divisi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, State Street Technology Select Sector SPDR (XLK) tercatat turun 4 persen. Di tengah aksi jual massal tersebut, saham SpaceX menjadi salah satu dari sedikit yang mampu menguat dengan kenaikan sekitar 1 persen. Pasar kini terus memantau apakah aksi jual ini akan berlanjut atau menjadi titik balik bagi investor untuk melakukan akumulasi saham kembali.

Rekomendasi