Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan hari ini. Tekanan jual diperkirakan masih kuat akibat sentimen negatif yang dipicu oleh hasil tinjauan MSCI Market Classification Review tahun 2026, yang memberikan peringatan mengenai potensi penurunan status pasar modal Indonesia.
Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyatakan bahwa pergerakan indeks saat ini berada di bawah garis SMA-20 pada grafik empat jam serta menembus level 6.007 yang sebelumnya berfungsi sebagai support minor. Kondisi teknikal ini mengindikasikan adanya risiko koreksi lanjutan menuju rentang 5.847 hingga 5.722. Untuk membalikkan momentum menjadi positif, indeks memerlukan dorongan kuat untuk menembus level 6.294.
Meskipun indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan sinyal bullish, pasar tetap harus mewaspadai batas bawah (support) di level 5.847, 5.722, 5.519, dan 5.314. Di sisi lain, level resistance berada pada posisi 6.121, 6.294, 6.545, 6.835, hingga 7.207. Sebagai strategi perdagangan, investor disarankan mencermati saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Senada dengan pandangan tersebut, tim analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000 akibat kombinasi sentimen eksternal dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap status Indonesia di mata MSCI. Meski dalam pengumuman terbaru Indonesia masih bertahan di kategori Emerging Market, MSCI mencatat adanya kekhawatiran mendalam dari investor terkait kelayakan investasi di tanah air.
MSCI memang mengapresiasi langkah reformasi transparansi yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Upaya tersebut mencakup keterbukaan informasi pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih detail, serta kenaikan syarat free float minimum menjadi 15 persen. Namun, MSCI menegaskan akan terus mengevaluasi efektivitas langkah tersebut. Jika kemajuan dinilai belum memadai pada tinjauan November 2026, MSCI membuka opsi konsultasi untuk reklasifikasi Indonesia menjadi Frontier Market.
Di tengah ketidakpastian pasar, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui penyaluran stimulus semester kedua 2026 senilai Rp 26,34 triliun. Paket insentif yang terdiri dari delapan program tersebut diharapkan mampu memitigasi tekanan inflasi dan suku bunga tinggi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Stimulus ini mencakup bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun, program magang nasional senilai Rp 6,26 triliun, serta berbagai insentif pajak dan sektor transportasi senilai Rp 2,04 triliun.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor untuk memperhatikan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). Pergerakan saham-saham tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif di tengah volatilitas indeks yang dipicu sentimen global dan kebijakan domestik.























