Komisaris Astra Borong Saham Saat Harga Anjlok di Bawah Rp5.000

Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan posisi kepemilikan pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 4,3 juta saham atau setara 0,01% hak suara.

persen

Jakarta – Dewan Komisaris PT Astra International Tbk (ASII), Prijono Sugiarto, terpantau melakukan aksi akumulasi saham di tengah tren pelemahan harga saham emiten tersebut di pasar modal.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (26/6/2026), Prijono menambah kepemilikan sahamnya sebanyak 305.000 lembar.

Aksi borong saham ini meningkatkan total portofolio kepemilikan Prijono di PT Astra International Tbk menjadi 5,48 juta saham atau setara dengan 0,0135% hak suara.

Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan posisi kepemilikan pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 4,3 juta saham atau setara 0,01% hak suara.

Prijono melakukan transaksi pembelian saham tersebut dalam tiga tahap terpisah sepanjang pekan ketiga Juni 2026. Transaksi pertama dilakukan pada 19 Juni 2026 dengan membeli 10.000 lembar saham di harga Rp 4.800 per lembar, sehingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 48 juta.

Pembelian berlanjut pada 24 Juni 2026 dengan volume yang lebih besar, yakni 165.000 saham pada harga Rp 4.732 per lembar. Nilai transaksi pada hari tersebut mencapai Rp 780,78 juta.

Terakhir, pada 25 Juni 2026, Prijono kembali menambah 130.000 saham dengan harga Rp 4.876 per lembar, dengan nilai transaksi sebesar Rp 633,88 juta. Secara keseluruhan, total dana yang dikucurkan untuk aksi korporasi pribadi ini mencapai Rp 1,46 miliar.

Langkah strategis dari internal perusahaan ini dilakukan di tengah tekanan pasar yang dialami saham ASII. Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), harga saham ASII ditutup melemah 3,25% ke level Rp 4.760 per saham.

Secara akumulatif, saham perusahaan mencatatkan penurunan sebesar 2,46% dalam lima hari perdagangan terakhir, dan telah terkoreksi hingga 30% sepanjang tahun 2026.

Bersamaan dengan laporan transaksi tersebut, manajemen PT Astra International Tbk juga mengumumkan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli 2026.

Agenda utama dalam rapat tersebut mencakup dua poin krusial, yakni permohonan persetujuan pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) untuk program kepemilikan saham manajemen, serta rencana pelaksanaan buyback saham kembali oleh perseroan.

Langkah buyback ini sering kali menjadi sinyal bagi investor bahwa manajemen menilai harga saham perusahaan saat ini sudah berada di bawah nilai intrinsiknya.

Keputusan untuk menambah porsi kepemilikan oleh jajaran komisaris, ditambah dengan agenda buyback dari emiten, menjadi perhatian pelaku pasar dalam memantau prospek harga saham ASII ke depan di tengah sentimen pasar yang masih dipenuhi tekanan jual.

RUPSLB mendatang diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kebijakan strategis perusahaan dalam menjaga stabilitas harga saham di pasar modal.

Rekomendasi