Beijing – Sejumlah manajer hedge fund terkemuka di Tiongkok mengeluarkan peringatan keras terkait tren investasi global di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Para pengelola dana investasi tersebut menilai lonjakan harga saham berbasis AI yang terjadi saat ini telah berkembang menjadi gelembung spekulatif atau super bubble yang berisiko pecah dalam jangka panjang.
Wealspring Asset, perusahaan investasi yang dipimpin oleh Yang Dong, menyatakan bahwa titik kehancuran sektor AI mungkin sudah semakin dekat. Dalam surat resmi kepada para investornya, perusahaan yang mengelola aset lebih dari 1,4 miliar dolar AS tersebut mengkritik valuasi pasar yang dianggap tidak rasional. Mereka membandingkan kondisi pasar saat ini dengan fenomena pasar bullish tahun 2015, di mana perilaku investor cenderung melakukan pembelian aset secara membabi buta tanpa mempertimbangkan fundamental bisnis yang sehat.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh Shanghai Banxia Investment Management Center. Perusahaan dengan kelolaan aset sekitar 294 juta dolar AS ini menyoroti tanda-tanda awal pelemahan pada sektor AI, merujuk pada tekanan pertumbuhan pendapatan pada perusahaan teknologi terkemuka, Anthropic PBC. Banxia menilai bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai menunjukkan keengganan untuk terus menanggung biaya tinggi terkait penggunaan token AI, sementara persaingan di antara pengembang perangkat lunak semakin menekan pangsa pasar pemain utama.
Berdasarkan data yang disusun oleh CSC Financial Co, sikap skeptis terhadap sektor AI tidak hanya terbatas pada dua manajer investasi tersebut. Setidaknya empat hedge fund besar lainnya di Tiongkok juga telah menyatakan sikap sangat berhati-hati terhadap sektor teknologi ini sepanjang Mei lalu. Dalam survei tersebut, hanya sebagian kecil dana investasi yang masih memberikan pandangan positif, sementara mayoritas memilih untuk tidak mengambil posisi atau menunggu perkembangan lebih lanjut.
Sepanjang tahun ini, sektor AI memang mencatatkan reli luar biasa. Emiten seperti SK Hynix Inc dan Micron Technology Inc bahkan sempat mencatat kenaikan nilai saham lebih dari tiga kali lipat. Namun, ketidakpastian mulai membayangi pasar seiring dengan munculnya koreksi tajam. Wealspring menilai bahwa banyak perusahaan infrastruktur AI di Tiongkok sebenarnya tidak memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Mereka menganggap model bisnis perusahaan-perusahaan tersebut cenderung biasa saja dan sangat bergantung pada belanja modal yang masif untuk sekadar mempertahankan pertumbuhan angka pendapatan.
Wealspring memperkirakan bahwa beberapa saham yang saat ini menjadi primadona di pasar domestik Tiongkok berisiko mengalami penurunan nilai hingga lebih dari 80 persen. Meski tidak merinci daftar emiten yang dimaksud, perusahaan tersebut menyatakan bahwa ledakan permintaan saat ini telah dipicu oleh euforia semata, bukan oleh nilai ekonomi yang nyata.
Li Bei, pendiri Banxia, menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan bagi para investor ritel maupun institusi yang masih berupaya mengejar keuntungan di sektor AI. Ia secara terbuka menyarankan investor untuk ekstra hati-hati dalam mengalokasikan modal mereka pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan harga drastis. Meskipun indeks CSI Artificial Intelligence Tiongkok sempat mencatatkan kenaikan lebih dari 35 persen tahun ini, para manajer investasi ini tetap memilih untuk menjaga jarak dari euforia yang dianggap sebagai jebakan pasar tersebut.




















