Pancasakti Group Pacu Kesiapan IPO 2029 Lewat Penguatan SDM dan Jaringan

persen

Jakarta – Pancasakti Group secara resmi telah menetapkan sasaran strategis untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun 2029 mendatang.

Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan bahan baku kimia dan petrokimia ini kini tengah mengintensifkan berbagai persiapan fundamental guna memenuhi standar perusahaan terbuka.

Langkah percepatan ini mencakup penguatan tata kelola perusahaan dengan menerapkan prinsip business continuity, environmental, social, and governance (ESG), serta peningkatan standar transparansi.

CEO sekaligus Presiden Direktur Pancasakti Group, Suwandy Tasmadi, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi adalah prioritas utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Intinya adalah transparansi. Bagaimana bisnis kami dapat terus berkesinambungan, kemudian membangun confidence melalui kepatuhan terhadap berbagai peraturan,” kata Suwandy pada Sabtu (27/6).

Selain aspek manajerial, perusahaan juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia sebagai aset krusial dalam menghadapi tantangan persaingan di pasar modal.

Suwandy menyatakan bahwa tim yang tangguh dan memiliki kompetensi tinggi menjadi modal utama perusahaan saat menyandang status sebagai emiten nantinya.

Dari sisi operasional, Pancasakti Group berencana melakukan ekspansi jaringan dengan membuka cabang baru di berbagai wilayah di Indonesia untuk mendekatkan diri kepada pelanggan.

Saat ini, perusahaan telah memiliki jangkauan operasional yang mencakup wilayah strategis seperti Jakarta, Tangerang, Cikande, Bandung, Cikarang, hingga Surabaya.

Berdasarkan simulasi internal melalui IPO bootcamp dengan basis laporan keuangan tahun buku 2025, Pancasakti diproyeksikan telah memenuhi kriteria untuk tercatat di papan utama BEI.

Simulasi tersebut memperkirakan valuasi perusahaan berada di kisaran angka Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun.

“Meski angka tersebut masih akan dihitung kembali oleh pihak profesional yang menangani proses IPO,” ujar Suwandy menambahkan.

Saat ini, perusahaan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 400 miliar per tahun dengan realisasi omzet mencapai Rp 1,5 triliun setiap tahunnya.

Dana yang akan dihimpun melalui IPO mendatang rencananya dialokasikan untuk pengembangan investasi strategis di sektor industri kimia nasional.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan kimia serta bahan baku farmasi.

Sebagai bagian dari peta jalan menuju IPO, perusahaan juga memanfaatkan strategi branding melalui ajang olahraga, salah satunya dengan penyelenggaraan Pancasakti Run 2026 pada 19 Juli 2026 di QBIG BSD City, Tangerang Selatan.

Pihak manajemen menargetkan peningkatan partisipasi peserta secara bertahap setiap tahunnya sebagai bagian dari sosialisasi kesiapan perusahaan.

Target peserta diproyeksikan meningkat dari 5.000 orang tahun ini menjadi 12.000 orang tahun depan, hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 peserta tepat pada tahun pelaksanaan IPO.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar