Jakarta – Sebanyak 22 perusahaan pelat merah sukses mencatatkan lonjakan laba signifikan hingga April 2026 di bawah arahan Badan Pengelolaan Investasi (BPI) Danantara.
Capaian positif ini menjadi bukti nyata efektivitas program transformasi yang tengah digalakkan pemerintah terhadap sektor BUMN.
PT Pertamina mencatatkan laba tertinggi sebesar Rp24,9 triliun atau melonjak 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sektor perbankan juga mencatatkan performa impresif dengan Bank Mandiri meraup laba Rp21,3 triliun dan BRI sebesar Rp21,2 triliun.
Bank BTN mencatatkan pertumbuhan paling fantastis dengan kenaikan laba mencapai 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun.
Selain itu, Pegadaian turut menyumbang kenaikan laba sebesar 87 persen dengan total perolehan Rp4,3 triliun.
Pemulihan kinerja juga dialami sejumlah perusahaan yang sebelumnya sempat terpuruk.
Krakatau Steel berhasil keluar dari zona merah dengan mencatatkan laba Rp635 miliar dari sebelumnya rugi Rp981 miliar.
Tren serupa juga dirasakan oleh Kimia Farma, Semen Indonesia, LEN Indonesia, Agrinas Pangan, hingga Danareksa.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menilai hasil ini sebagai indikator keberhasilan tata kelola perusahaan yang lebih transparan.
“Capaian ini menunjukkan bahwa transformasi BUMN mulai memberikan hasil yang nyata,” ujar Dony.
Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga transparansi informasi demi memperkuat kepercayaan publik.
Dony juga menginstruksikan seluruh jajaran BUMN untuk terus memperkuat sinergi guna meningkatkan kontribusi bagi ekonomi nasional.
Langkah ini diharapkan mampu menjadikan BUMN sebagai motor penggerak utama dalam mendukung transformasi ekonomi Indonesia ke depan.
























