Depok – Ratusan lansia di Balai Purnomo, Universitas Indonesia, mendapatkan pendampingan khusus untuk menghadapi masa tua yang mandiri dan sejahtera melalui program People of Purpose: Together for the Golden Age.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank DBS Indonesia dan DBS Foundation ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam merespons fenomena ageing population yang kini mencapai 11,97 persen dari total penduduk Indonesia.
Para peserta yang berusia 65 hingga 90 tahun diajak mengikuti serangkaian aktivitas interaktif yang terbagi dalam kelompok Bahagia, Sehat, dan Berdaya.
President Director PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menekankan pentingnya kolaborasi multisektor untuk memastikan ketahanan finansial dan kesejahteraan para lansia di tengah perubahan demografi.
“Kolaborasi multisektor diperlukan agar masyarakat dapat menghadapi masa tua dengan lebih siap dan sejahtera, termasuk dengan ketahanan finansial yang baik,” ujar Lim Chu Chong.
Dalam sesi edukasi, para lansia dibekali literasi keuangan digital untuk menghindari berbagai modus penipuan yang marak terjadi saat ini.
Selain aspek finansial, kegiatan ini juga menyentuh sisi kesehatan mental dan fisik melalui lokakarya kreativitas serta sesi kebugaran tubuh.
Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadapi realitas sosial.
“Ageing population bukan hanya isu masa depan, melainkan realitas yang harus dihadapi bersama,” tutur Mona Monika.
Program ini melibatkan karyawan Bank DBS Indonesia sebagai relawan yang terjun langsung mendampingi para lansia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan Impact Beyond Banking yang bertujuan menciptakan dampak sosial positif bagi masyarakat luas.
Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 3.300 karyawan telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kerelawanan dengan total kontribusi mencapai 54.800 jam.
Selain pemberdayaan lansia, perusahaan juga aktif dalam berbagai aksi sosial lainnya, mulai dari literasi keuangan bagi pelajar hingga distribusi makanan surplus untuk masyarakat rentan.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan aspirasi perusahaan untuk menjadi institusi perbankan yang adaptif terhadap perubahan sosial.




















