Jakarta – Dunia pers nasional kehilangan salah satu tokoh penggerak ekosistem media digital, Maryadi, yang meninggal dunia pada Jumat, 3 Juli.
Kepergian Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini menyisakan duka mendalam bagi komunitas jurnalisme di Tanah Air.
Maryadi dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperkuat tata kelola dan keberlanjutan media siber di Indonesia.
Selama menjabat sebagai pengurus inti di AMSI, ia berperan aktif dalam membangun fondasi kelembagaan organisasi sejak didirikan.
Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, mengungkapkan bahwa almarhum merupakan mitra strategis yang memiliki pemahaman mendalam mengenai industri media.
Wahyu menyebut, Maryadi sangat meyakini bahwa kualitas karya jurnalistik harus ditopang oleh perusahaan media yang sehat, profesional, dan independen.
“Ia bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen,” ujar Wahyu dalam pernyataan resminya, Jumat (3/7).
Pihak AMSI melalui pengurus nasional telah menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
Mereka mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta segala amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir.
Perjalanan karier Maryadi di industri media terentang selama lebih dari dua dekade dengan beragam tanggung jawab strategis.
Ia mengawali langkah jurnalistiknya di Harian Suaka Pontianak pada tahun 1999 silam.
Pengalaman lapangan kemudian membawanya menjadi kontributor untuk Associated Press pada kurun waktu 2000 hingga 2006.
Pada periode yang sama, ia turut berkontribusi di detik.com dengan menempati posisi editor dan pemimpin proyek hingga 2008.
Kematangan dalam memimpin ruang redaksi ia peroleh saat bergabung dengan VIVA Network selama lebih dari sepuluh tahun hingga 2021.
Di sana, ia dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin redaksi yang membawahi dinamika pemberitaan digital tingkat nasional.
Setelah sukses di dunia redaksional, Maryadi mulai merambah ke sektor bisnis media untuk memperluas kontribusinya.
Ia tercatat pernah menjabat sebagai direktur di Katadata Media Network.
Pengabdiannya di industri media berlanjut di Nusantara TV dan Kabar Bursa hingga akhirnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Tutur Media Digital.
Integrasi pemahamannya antara sisi editorial dan sisi bisnis media menjadi nilai tambah yang ia bawa ke dalam organisasi AMSI.
Sebagai pengurus, Maryadi pernah mengemban amanah sebagai bendahara umum AMSI pada periode 2017–2023 sebelum akhirnya terpilih menjadi sekretaris jenderal.
Sosoknya dikenang sebagai figur yang mampu menjembatani kebutuhan redaksi dengan realitas bisnis media digital yang menantang.
Dedikasi tersebut menjadikan Maryadi sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjuangan menciptakan ekosistem media yang sehat di Indonesia.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi upaya penguatan jurnalisme digital yang selama ini terus diperjuangkan oleh AMSI.






















