IHSG Menguat ke Level 5.924, PGEO hingga ADRO Memimpin Kenaikan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (7/10/2026), di zona hijau dengan mencatatkan penguatan sebesar 11,91 poin atau 0,20 persen.

Posisi indeks ditutup pada level 5.924,36 di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

Data perdagangan menunjukkan antusiasme investor yang cukup tinggi dengan total 364 saham ditutup di area positif.

Sementara itu, sebanyak 241 saham mengalami koreksi dan 185 saham lainnya bertahan stagnan.

Aktivitas transaksi di lantai bursa mencatatkan volume perdagangan mencapai 18,11 miliar saham.

Adapun total nilai transaksi yang berhasil dibukukan sepanjang hari mencapai Rp8,17 triliun.

Kenaikan indeks secara keseluruhan ditopang oleh performa positif dari delapan indeks sektoral.

Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan signifikan sebesar 0,91 persen.

Posisi berikutnya disusul oleh sektor barang baku yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,83 persen.

Sektor properti juga memberikan kontribusi positif dengan kenaikan sebesar 0,80 persen.

Di sisi lain, tiga indeks sektoral harus rela terperosok ke zona merah akibat tekanan jual.

Sektor perindustrian memimpin pelemahan dengan koreksi sebesar 0,48 persen.

Sektor kesehatan mengikuti dengan penurunan sebesar 0,46 persen.

Sementara itu, sektor infrastruktur tercatat terkoreksi sebesar 0,38 persen.

Sentimen pasar global, khususnya dinamika eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran, turut memengaruhi pergerakan ini.

Situasi geopolitik tersebut dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia ke depannya.

Analisis pasar menyebutkan bahwa ketidakpastian global memicu pergeseran portofolio investor ke aset-aset yang lebih tahan terhadap volatilitas energi.

Pergerakan saham-saham dalam indeks LQ45 pun menunjukkan variasi kinerja yang cukup tajam.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan sebesar 5,79 persen.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyusul dengan penguatan sebesar 4,64 persen.

Selanjutnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melengkapi daftar dengan kenaikan 4,37 persen.

Di jajaran top losers, tekanan jual paling dirasakan oleh saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang merosot 3,19 persen.

Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga tertekan dengan penurunan sebesar 1,89 persen.

Terakhir, PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan pelemahan sebesar 1,43 persen pada penutupan perdagangan, sebagaimana dirinci dalam data pasar yang dirilis bursa efek Indonesia, Jumat (7/10/2026).

Kondisi pasar yang ditutup menguat ini memberikan sinyal optimisme terbatas bagi para pelaku pasar jelang pembukaan perdagangan pekan depan.

Investor saat ini tengah mengamati perkembangan kebijakan moneter dan stabilitas harga komoditas global sebagai acuan utama dalam menentukan langkah investasi selanjutnya.

Stabilitas pada sektor energi diprediksi akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar