Jakarta – PT RANS Entertainment Indonesia Tbk resmi memulai debutnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada Jumat (10/7).
Emiten yang dinahkodai pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini mencatatkan performa gemilang pada hari pertama perdagangan dengan lonjakan harga saham sebesar 34,12 persen.
Saham perusahaan berkode RANS tersebut langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA) ke posisi harga Rp 228 per lembar dari harga penawaran awal.
Data perdagangan mencatat frekuensi transaksi mencapai 1.580 kali dengan volume perdagangan sebesar 7.683 saham yang menghasilkan nilai transaksi Rp 175,17 juta.
Perusahaan ini tercatat sebagai emiten ketujuh yang berhasil melantai di pasar modal domestik sepanjang tahun 2025.
Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan melepas sebanyak 2,52 miliar saham baru ke publik atau setara dengan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor.
Manajemen menetapkan harga penawaran di level tertinggi yakni Rp 170 per saham, sehingga perusahaan diproyeksikan mampu meraup dana segar hingga Rp 429,25 miliar.
PT Trimegah Sekuritas Indonesia ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses penawaran saham tersebut.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk membawa industri hiburan menjadi entitas bisnis yang profesional dan berkelanjutan.
“Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan,” ujarnya dalam seremoni IPO di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7), sebagaimana dikutip dari laman resmi perseroan.
Sementara itu, pendiri RANS, Raffi Ahmad, menekankan bahwa status perusahaan publik menuntut komitmen tinggi terhadap tata kelola perusahaan yang transparan.
“Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Raffi dalam kesempatan yang sama.
Dana hasil IPO tersebut rencananya akan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk pengembangan bisnis dan penguatan struktur modal.
Sebanyak 37,61 persen dana akan digunakan sebagai modal kerja untuk penyelenggaraan konser berskala lokal maupun internasional.
Sebesar 19,80 persen dana akan dipakai untuk mengakuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia, sementara 18,64 persen lainnya dialokasikan untuk pembangunan wahana bermain Cipungland.
Perseroan juga mengalokasikan 8,15 persen untuk pengembangan bisnis kecerdasan buatan melalui perusahaan patungan serta 6,98 persen untuk pelunasan utang kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Namun, di balik optimisme IPO, investor tetap perlu mencermati kondisi fundamental perusahaan yang menunjukkan tren penurunan kinerja keuangan.
Sepanjang tahun 2025, pendapatan RANS tercatat merosot 13,91 persen secara tahunan menjadi Rp 353,37 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp 410,49 miliar.
Penurunan pendapatan ini dipicu oleh anjloknya segmen talent management sebesar 51,55 persen serta penurunan penjualan produk berbasis intellectual property sebesar 12,69 persen.
Dampaknya, laba bersih perusahaan ikut tergerus 41,6 persen menjadi Rp 56,68 miliar dari sebelumnya Rp 97,07 miliar pada 2024.
Selain itu, prospektus perusahaan menunjukkan bahwa tujuh anak usaha RANS saat ini belum beroperasi, yang mencakup bidang restoran hingga jasa hiburan.




















