Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut setelah menutup sesi perdagangan akhir pekan di zona hijau.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 3 Juli 2026, IHSG mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 2,28 persen atau setara dengan kenaikan 131,22 poin.
Pergerakan positif tersebut membawa indeks ke level 5.875,78 saat penutupan pasar.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks menunjukkan performa yang cukup stabil di area penguatan.
Tercatat, level terendah yang sempat disentuh indeks berada di angka 5.805.
Sementara itu, level tertinggi yang berhasil dicapai IHSG sepanjang hari tersebut menyentuh angka 5.899.
Total volume saham yang diperdagangkan di pasar modal domestik mencapai 18,14 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh pelaku pasar tercatat mencapai Rp 10,54 triliun.
Dominasi penguatan saham terlihat jelas dengan adanya 494 emiten yang berhasil mencatatkan kenaikan harga.
Sebaliknya, hanya terdapat 154 saham yang ditutup melemah di akhir sesi.
Selain itu, sebanyak 139 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sentimen positif pasar juga didukung oleh aksi beli dari investor asing.
Data menunjukkan bahwa investor asing mulai kembali mencatatkan net buy atau beli bersih dengan nilai mencapai Rp 6,04 miliar untuk seluruh pasar.
Minat beli investor asing ini terfokus pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati urutan pertama dengan nilai net buy asing sebesar Rp 236,81 miliar.
Di posisi kedua, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan net buy asing senilai Rp 63,64 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp 43,78 miliar.
PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan nilai net buy asing mencapai Rp 30,15 miliar.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan angka beli bersih asing sebesar Rp 24,92 miliar.
Posisi keenam ditempati PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai Rp 23,05 miliar.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyusul di posisi ketujuh dengan nilai Rp 20,02 miliar.
Berikutnya adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan nilai Rp 19,75 miliar.
Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatatkan beli bersih sebesar Rp 19,24 miliar.
Terakhir, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melengkapi daftar dengan nilai net buy asing sebesar Rp 18,9 miliar.
Kombinasi antara tingginya volume perdagangan dan aksi beli asing menjadi katalis utama dalam menjaga momentum penguatan IHSG di akhir pekan ini.
Para pelaku pasar kini menanti arah kebijakan ekonomi lebih lanjut untuk melihat keberlanjutan tren positif indeks di pekan depan.





















