Jakarta – Harga emas batangan bersertifikat Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan hari ini, Sabtu (29/8/2026).
Nilai jual logam mulia tersebut terpantau anjlok sebesar Rp 48.000 per gram dibandingkan dengan harga penutupan pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, harga emas pecahan satu gram saat ini dipatok pada level Rp 2.670.000.
Angka ini menunjukkan koreksi tajam dari harga hari Jumat (28/8/2026) yang sempat bertengger di posisi Rp 2.718.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga pembelian kembali yang ditetapkan oleh pihak produsen.
Harga buyback emas Antam hari ini berada di level Rp 2.523.000 per gram.
Nilai tersebut mencatatkan penurunan sebesar Rp 55.000 dibandingkan harga buyback pada Jumat (28/8/2026) yang mencapai Rp 2.578.000 per gram.
Penyesuaian harga ini berlaku untuk berbagai pecahan berat emas yang tersedia di gerai Logam Mulia.
Berikut rincian harga emas batangan Antam per Sabtu (29/8/2026) sebelum dikenakan pajak:
Pecahan 0,5 gram dihargai sebesar Rp 1.385.000.
Pecahan 1 gram dipatok pada harga Rp 2.670.000.
Pecahan 5 gram tersedia dengan harga Rp 13.125.000.
Pecahan 10 gram dijual seharga Rp 26.195.000.
Pecahan 25 gram dipasarkan dengan harga Rp 65.362.000.
Pecahan 50 gram mencapai nilai Rp 130.645.000.
Pecahan 100 gram berada di angka Rp 261.212.000.
Pecahan 250 gram dijual dengan harga Rp 652.765.000.
Pecahan 500 gram dibanderol senilai Rp 1.305.320.000.
Pecahan 1.000 gram atau satu kilogram ditetapkan seharga Rp 2.610.600.000.
Pihak Logam Mulia menjelaskan melalui keterangan resminya bahwa harga per gram emas Antam bervariasi tergantung pada berat batangannya.
Perbedaan harga tersebut disebabkan adanya biaya tambahan untuk proses pencetakan.
Oleh karena itu, harga per gram untuk emas dengan berat yang lebih kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan emas batangan berukuran besar.
Harga yang tertera dalam daftar tersebut merupakan harga dasar per gram untuk emas batang satu kilogram yang sering dijadikan acuan bagi para pelaku bisnis emas.
Meskipun terjadi pelemahan pada harga hari ini, para analis pasar tetap memantau pergerakan harga emas di masa depan.
Prospek investasi emas di tahun 2026 diperkirakan masih memiliki dinamika yang menarik bagi para investor.
Beberapa pengamat pasar seperti Lukman Leong, sebagaimana dikutip dari Logam Mulia, sempat memberikan pandangannya terkait tren emas.
Ia menyatakan bahwa prospek emas secara umum masih dinilai positif hingga akhir tahun 2026.
Namun, para investor tetap diimbau untuk selalu mencermati level support harga jika terjadi tren pelemahan di pasar global pada pekan depan.
Fluktuasi harga ini mencerminkan kondisi pasar komoditas yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro.
Masyarakat yang berniat melakukan transaksi emas diharapkan memperhatikan jadwal operasional gerai serta kebijakan pajak yang berlaku.





















