Proyeksi Produksi Emas Naik, Simak Rekomendasi Saham MDKA Terkini

Jakarta – Proyek emas Pani diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan utama bagi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sepanjang tahun 2026.

Peningkatan produksi emas dari tambang tersebut diyakini mampu membalikkan kondisi keuangan perusahaan dari rugi menjadi laba bersih.

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Hasan Barakwan menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan titik balik krusial bagi pendapatan perseroan.

Hal ini didorong oleh realisasi produksi emas perdana dari proyek Pani pada kuartal pertama tahun tersebut.

Dalam risetnya tertanggal 26 Juni 2026, Hasan memaparkan proyeksi ambisius peningkatan output emas grup.

“Jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 465.000 ons pada tahun fiskal 2030, kira-kira 4,5 kali lipat, dengan Pani memberikan kontribusi terbesar,” ungkap Hasan.

Produksi emas grup diprediksi melonjak dari 103.000 ons pada 2025 menjadi 165.000 ons pada 2026 berkat kontribusi signifikan dari Pani.

Selain itu, tingginya harga tembaga global turut memperkuat valuasi aset TB Copper milik perusahaan.

Sentimen positif ini diamini oleh Analis KB Valbury Sekuritas, Ashalia Fitri Yuliana.

Menurut Ashalia dalam risetnya pada 13 Juli 2026, momentum kenaikan kinerja sudah terlihat sejak kuartal pertama 2026.

“Ke depan, kami memperkirakan momentum ini akan berlanjut hingga tahun fiskal 2026 – 2027 didorong oleh peningkatan berkelanjutan proyek Pani, dukungan komoditas yang berkelanjutan, dan normalisasi biaya operasional,” kata Ashalia.

Peningkatan Average Selling Price (ASP) pada portofolio emas, tembaga, dan nikel menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.

Kinerja keuangan MDKA tercatat menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 23,5% secara year on year menjadi US$ 620,3 juta.

Margin bruto dan EBITDA perusahaan juga melebar tajam masing-masing ke level 35,1% dan 40,3%.

Namun, pelaku pasar tetap diminta berhati-hati terhadap volatilitas harga komoditas yang masih menjadi tantangan utama.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan menilai, meskipun prospek jangka panjang terlihat optimistis, risiko perlambatan kinerja secara kuartalan tetap ada.

“Jadi, peluang kenaikan laba tetap ada, tetapi pertumbuhannya belum tentu akan setinggi pada kuartal I,” ujar Ekky saat dihubungi melalui pernyataan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Ekky menambahkan, jika penurunan harga komoditas terjadi lebih cepat dibandingkan kenaikan volume produksi, maka margin perusahaan berisiko tertekan.

Faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga The Fed dan kondisi geopolitik global juga menjadi variabel penentu.

Di sisi internal, stabilitas biaya operasional dan efisiensi utang akan menjadi perhatian utama investor.

Melihat potensi tersebut, analis telah memberikan pandangan investasi bagi saham MDKA.

Hasan dan Ashalia kompak merekomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 3.800 dan Rp 3.100 per saham.

Sementara itu, Ekky menyarankan strategi speculative buy atau buy on weakness bagi investor yang tertarik masuk ke saham ini.

Secara teknikal, pergerakan harga saham MDKA dinilai sangat sensitif terhadap progres nyata di lapangan terkait tambang Pani.

Investor diimbau tetap disiplin dalam mengelola risiko di tengah dinamika pasar komoditas yang fluktuatif.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar