Jakarta – Investor pasar modal di Indonesia bersiap menikmati gelombang pembagian dividen besar-besaran yang dijadwalkan cair secara bertahap sepanjang akhir Juli 2026.
Sejumlah emiten lintas sektor, mulai dari barang konsumsi, infrastruktur telekomunikasi, hingga pertambangan, telah menetapkan jadwal distribusi laba kepada para pemegang saham.
Grup Salim melalui dua entitas utamanya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), menjadi sorotan utama dalam agenda korporasi bulan ini.
INDF dijadwalkan menyalurkan dividen senilai Rp 290 per saham pada 29 Juli 2026.
Total nilai dividen yang digelontorkan perusahaan mencapai Rp 2,54 triliun.
Sementara itu, ICBP akan membagikan dividen dengan nilai total Rp 3 triliun.
Pembayaran tersebut setara dengan Rp 265 per saham dan bakal didistribusikan pada 28 Juli 2026.
Sektor telekomunikasi juga mencatatkan langkah serupa melalui PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL).
Emiten yang dikenal dengan nama Mitratel ini menyiapkan dividen tunai sebesar Rp 2,08 triliun.
Besaran dividen yang diterima pemegang saham adalah Rp 25,65 per saham.
Menurut data perseroan, nilai tersebut merepresentasikan dividend payout ratio (DPR) sebesar 98 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang tercatat senilai Rp 2,12 triliun, seperti dikutip dari laman resmi perusahaan, (12/2/2026).
Jadwal pencairan dividen Mitratel ditetapkan pada 31 Juli 2026.
Di sektor pertambangan, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel turut menyetor laba kepada investor.
Perusahaan mengalokasikan dividen tunai sebesar Rp 2,7 triliun dari perolehan laba tahun buku 2025.
Angka tersebut setara dengan DPR sebesar 30 persen, dengan nilai per saham mencapai Rp 42,64.
Sebuah tonggak sejarah baru dicetak oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dalam agenda pembagian dividen tahun ini.
Emiten di bawah naungan Grup Bakrie tersebut akhirnya memutuskan untuk membagikan dividen perdana sejak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perusahaan akan menyalurkan dividen sebesar Rp 58,6 miliar atau setara Rp 1,5 per saham yang diambil dari laba tahun buku 2025.
Dari sektor properti, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) juga telah memastikan distribusi dividen tunai kepada pemegang saham.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 667 miliar atau Rp 36 per saham.
Alokasi ini berasal dari laba bersih perseroan tahun buku 2025 yang menyentuh angka Rp 2,66 triliun.
Jadwal pembayaran dividen CTRA lebih awal dibandingkan emiten lainnya, yakni pada 24 Juli 2026.
Selain itu, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) milik Hashim Djojohadikusumo akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 10,6 miliar.
Nilai dividen per saham untuk emiten ini adalah sebesar Rp 2.
Distribusi dividen tersebut dijadwalkan dilakukan pada 31 Juli 2026.
Aktivitas pembagian dividen ini mencerminkan kinerja keuangan yang solid dari berbagai emiten sepanjang tahun 2025.
Para investor diharapkan memperhatikan jadwal cum date dan payment date masing-masing emiten untuk memastikan hak dividen tetap terjaga.
Penyebaran dividen dari berbagai sektor ini menjadi indikator positif bagi likuiditas pasar modal di Indonesia menjelang penutupan bulan Juli 2026.






















