Rupiah Terus Menguat ke Level Rp 18.077 per Dolar AS

Rayhan Akhari

Rupiah Terus Menguat ke Level Rp 18.077 per Dolar AS

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren penguatan hingga sesi perdagangan siang pada Rabu (15/7/2026).

Data pasar spot mencatat mata uang Garuda berhasil menguat tipis sebesar 0,07% ke level Rp 18.077 per dolar AS.

Meskipun masih berada di zona hijau, laju apresiasi rupiah terpantau melambat dibandingkan performa pada pembukaan perdagangan pagi hari ini.

Posisi rupiah saat ini menempatkan Indonesia sebagai pemilik mata uang dengan kinerja terkuat kedua di kawasan Asia.

Posisi pertama ditempati oleh ringgit Malaysia yang mencatatkan penguatan lebih signifikan sebesar 0,19% ke level 4,0703 per dolar AS.

Secara umum, mayoritas mata uang di Asia bergerak menguat hingga pukul 12.00 WIB di tengah dinamika pasar global.

Penguatan tersebut tidak hanya dialami oleh rupiah dan ringgit, tetapi juga merambah ke beberapa mata uang regional lainnya.

Peso Filipina, misalnya, berhasil menguat 0,07% ke level 61,659 per dolar AS pada perdagangan siang ini.

Dolar Singapura juga terpantau menguat sebesar 0,062% ke posisi 1,2904 terhadap dolar AS.

Sentimen positif turut menyentuh yuan China yang terapresiasi 0,058% ke level 6,7695 per dolar AS.

Rupee India menyusul dengan penguatan sebesar 0,03% ke level 96,1725 per dolar AS.

Sementara itu, dolar Hong Kong mencatatkan penguatan paling tipis di pasar regional, yakni hanya sebesar 0,004% ke level 7,8374 per dolar AS.

Di sisi lain, tidak semua mata uang kawasan Asia mampu mempertahankan performa positifnya di hadapan dolar AS.

Terdapat tiga mata uang yang justru tertekan dan melemah hingga sesi siang hari ini.

Won Korea menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam, yakni terkoreksi sebesar 0,162% ke level 1.492,26 per dolar AS.

Baht Thailand mengikuti tren negatif tersebut dengan pelemahan sebesar 0,167% ke posisi 33,523 per dolar AS.

Selain itu, dolar Taiwan juga mengalami tekanan jual dengan pelemahan sebesar 0,037% ke level 32,200 per dolar AS.

Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan bank sentral AS sering kali menjadi faktor utama yang memengaruhi fluktuasi nilai tukar di negara berkembang.

Para pelaku pasar kini tengah memantau perkembangan kebijakan moneter domestik serta sentimen eksternal yang dapat memengaruhi pergerakan mata uang hingga penutupan perdagangan nanti.

Stabilitas rupiah di level Rp 18.077 per dolar AS tetap menjadi perhatian utama bagi investor di tengah volatilitas pasar keuangan Asia pada pertengahan Juli ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar