Prabowo Panggil Luhut ke Hambalang, Bahas Ketahanan Ekonomi hingga GovTech

Hambalang – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat koordinasi strategis bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran anggota DEN di kediaman pribadinya, Selasa (14/7).

Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak ekonomi global yang terus berkembang.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada percepatan transformasi digital melalui penyempurnaan sistem GovTech.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa DEN telah memaparkan peta jalan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

“DEN juga melaporkan perkembangan penyempurnaan GovTech sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan,” ujar Teddy sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (14/7/2026).

Penyempurnaan sistem GovTech ini dirancang untuk meningkatkan akurasi data pemerintah secara menyeluruh.

Langkah ini diambil agar setiap program bantuan sosial maupun kebijakan publik dapat tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Pemerintah optimistis bahwa integrasi sistem digital akan meminimalkan kesalahan dalam penyaluran manfaat bagi warga.

Selain itu, efektivitas birokrasi diharapkan meningkat seiring dengan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efisien.

Transformasi digital ini menjadi prioritas Presiden Prabowo untuk menyatukan layanan antarkementerian dan lembaga negara.

Integrasi data yang solid diyakini mampu mempercepat alur pelayanan publik yang selama ini masih kerap terkendala birokrasi konvensional.

Pertemuan di Hambalang tersebut juga dihadiri oleh sejumlah menteri terkait, di antaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini.

Tampak hadir pula Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Deretan tokoh ekonomi nasional yang menjabat sebagai anggota DEN turut memberikan masukan teknis dalam diskusi tersebut.

Beberapa di antaranya adalah Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, Firman Hidayat, Tubagus Nugraha, dan Pantro Pander Silitonga.

Kehadiran Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar, menambah bobot teknis dalam pembahasan strategi jangka panjang tersebut.

Pemerintah menyadari bahwa dinamika ekonomi global saat ini membawa tantangan eksternal yang signifikan bagi Indonesia.

Oleh karena itu, DEN berperan memberikan masukan berbasis data sebagai bahan pertimbangan Presiden dalam merumuskan kebijakan ekonomi ke depan.

Fokus ganda pada ketahanan ekonomi dan reformasi digital ini menjadi upaya pemerintah dalam memperkokoh fundamental ekonomi nasional.

Langkah sinkronisasi antara kebijakan ekonomi dan digitalisasi tata kelola diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas pasar domestik.

Hingga saat ini, pemerintah terus memantau perkembangan situasi global guna memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kondisi ekonomi terkini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar