Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.966 per dolar AS pada perdagangan Kamis (1/10/2026). Pelemahan sebesar 0,4% ini terjadi sejalan dengan tren koreksi mayoritas mata uang di kawasan Asia akibat kuatnya tekanan dolar AS.
Nilai tukar rupiah melemah 0,43% ke level Rp 17.894 per dolar AS pada perdagangan Kamis, menjadikannya mata uang dengan performa terlemah di Asia. Tekanan jual sempat mendorong rupiah menembus ambang batas psikologis di atas Rp 17.900 di tengah sentimen negatif yang melanda pasar regional.
Nilai tukar rupiah memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan menyentuh level Rp17.900. Tekanan ini mencerminkan koreksi terdalam di kawasan regional, dipicu oleh sentimen global terkait kebijakan moneter Amerika Serikat dan ketidakpastian ekonomi.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,12% ke level Rp 17.779 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini. Kondisi ini menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia di tengah tren penguatan mata uang regional lainnya.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,16 persen ke level Rp 17.729 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi. Penguatan ini sejalan dengan tren positif mayoritas mata uang di kawasan Asia yang merespons pelemahan indeks dolar AS secara global.
Nilai tukar rupiah melemah 0,38% ke level Rp 17.763 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Pelemahan ini sejalan dengan tren negatif mayoritas mata uang Asia yang tertekan oleh penguatan indeks dolar AS.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp 17.696 per dolar AS pada perdagangan Rabu (16/9/2026). Pergerakan ini berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia yang justru mencatatkan penguatan di tengah dinamika pasar keuangan global.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis ke level Rp 17.744 per dolar AS pada perdagangan Kamis (27/8/2026). Koreksi sebesar 0,11 persen ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan Asia yang cenderung bervariasi.
Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah ke level Rp 17.721 per dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026). Koreksi sebesar 0,15% ini terjadi seiring dengan tren pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia akibat tekanan indeks dolar AS.
Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp 17.710 per dolar AS pada perdagangan Jumat pagi. Kenaikan sebesar 0,21% ini sejalan dengan tren positif mayoritas mata uang di kawasan Asia yang sedang menguat terhadap dolar AS.
Pasar stablecoin global telah menembus angka US$ 308 miliar, namun porsi stablecoin berbasis rupiah masih sangat minim dengan catatan hanya sebesar 0,005%. Meski demikian, potensi pemanfaatan rupiah di ekosistem aset digital dinilai masih terbuka luas untuk berbagai transaksi strategis.
Pasar Stablecoin Global Tembus US$ 308 Miliar, Porsi Rupiah Masih Minim
The Fed kembali memberi sinyal kenaikan suku bunga akibat inflasi yang masih di atas target, memicu kewaspadaan di pasar keuangan global termasuk kripto. Meski demikian, minat investor domestik tetap tangguh dengan volume transaksi aset kripto di Indonesia yang terus mencatatkan pertumbuhan.
The Fed Waspadai Inflasi, Pasar Kripto Cermati Arah Suku Bunga
Kinerja unitlink saham tertekan dengan kontraksi rata-rata 4,54 persen pada September 2026 akibat pelemahan IHSG. Meski pasar lesu, berikut adalah 10 produk unitlink saham yang berhasil mencatatkan imbal hasil positif di tengah tren negatif tersebut.
10 Produk Unitlink Saham dengan Imbal Hasil Tertinggi September 2026
PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi menguasai 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk setelah mengakuisisi 10,08 miliar lembar saham dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Transaksi jumbo senilai Rp26,10 triliun ini mengubah struktur kepemilikan saham emiten batu bara tersebut secara signifi...
Haji Isam Resmi Kuasai 30,25 Persen Saham Bayan Resources