Surya Semesta Internusa Targetkan Marketing Sales Melonjak 188% Tahun 2026

Rayhan Akhari

Surya Semesta Internusa Targetkan Marketing Sales Melonjak 188% Tahun 2026

Jakarta – PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mematok target ambisius dalam penjualan lahan industri sepanjang tahun 2026.

Perusahaan pengembang kawasan industri ini menargetkan marketing sales mencapai 135 hektare.

Angka tersebut mencerminkan lonjakan pertumbuhan sebesar 188 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2025 yang hanya mencapai 46,8 hektare.

VP of Investor Relations SSIA, Erlin Budiman, merinci bahwa kontribusi terbesar target tersebut berasal dari kawasan Subang Smartpolitan seluas 121 hektare.

Sementara itu, sisa target sebesar 14 hektare akan dipenuhi dari kawasan industri yang berlokasi di Karawang.

“Target tersebut naik 188% YoY dari realisasi tahun 2025 yang seluas 46,8 hektar,” ujar Erlin sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Jumat (17/7/2026).

Optimisme manajemen SSIA didorong oleh tren permintaan lahan industri yang terus menunjukkan grafik positif hingga pertengahan tahun ini.

Data perusahaan menunjukkan adanya lonjakan permintaan lahan industri yang signifikan pada kuartal kedua tahun 2026.

Permintaan tersebut tercatat menembus angka di atas 400 hektare.

Realisasi ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 260 hektare.

“Kami melihat perkembangan bisnis SSIA hingga semester I masih sesuai dengan target perusahaan, terutama dari sisi permintaan lahan industri yang pada kuartal kedua meningkat menjadi lebih dari 400 hektare,” jelas Erlin dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Kinerja operasional yang solid ini turut tercermin pada performa keuangan perusahaan di awal tahun 2026.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, SSIA berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 1,44 triliun.

Capaian ini tumbuh 35 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,07 triliun.

Perbaikan kinerja keuangan juga terlihat dari sisi bottom line perseroan.

SSIA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 89,01 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.

Angka ini merupakan pembalikan kondisi yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 21,70 miliar.

Kinerja positif tersebut mendapat respons dari pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan RTI, harga saham SSIA terpantau berada di level Rp 1.710 per lembar pada Jumat (17/7/2026) pukul 15.25 WIB.

Secara kumulatif, saham emiten ini telah mencatatkan kenaikan sebesar 6,88 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Sementara itu, jika dihitung sejak awal tahun atau year to date (YTD), saham SSIA telah mengalami apresiasi sebesar 1,79 persen.

Manajemen SSIA menyatakan tetap optimistis bahwa target penjualan lahan tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun 2026 seiring dengan tingginya minat investor terhadap kawasan industri yang dikelola perseroan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar