Wall Street Melemah Terseret Penurunan Saham Sektor Chip

Wall Street Melemah Terseret Penurunan Saham Sektor Chip

New York – Pasar saham Amerika Serikat mengalami tekanan jual signifikan pada perdagangan hari Sabtu, 18 Juli 2026, seiring dengan aksi ambil untung yang dilakukan investor terhadap sektor teknologi.

Indeks utama Wall Street mencatatkan penurunan tajam saat bel pembukaan dibunyikan.

Dow Jones Industrial Average terkoreksi 126,5 poin atau 0,24% menjadi 52.426,46.

Indeks S&P 500 menyusut 86,2 poin atau 1,14% ke level 7.447,52.

Kondisi serupa dialami Nasdaq Composite yang merosot 469,7 poin atau 1,81% ke level 25.412,25.

Pemicu utama pelemahan ini adalah pergeseran sentimen pelaku pasar terhadap reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah berlangsung sepanjang tahun.

Investor kini mulai mencermati kembali efisiensi pengeluaran modal perusahaan teknologi di tengah valuasi yang dianggap terlalu tinggi.

Sektor semikonduktor menjadi sasaran utama aksi jual para pelaku pasar.

Saham Nvidia dilaporkan turun 2,5% pada perdagangan pra-pasar.

Penurunan lebih dalam dialami Applied Materials dan Lam Research yang masing-masing melemah sekitar 4%.

ETF iShares Semiconductor turut tertekan dengan penurunan sebesar 3%.

Indeks Philadelphia SE Semiconductor mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak Maret 2025.

Secara teknikal, indeks tersebut telah anjlok lebih dari 19% dari rekor tertinggi yang dicapai pada akhir Juni lalu.

Kinerja keuangan yang solid dari TSMC dan ASML terbukti gagal membendung pesimisme investor mengenai keberlanjutan reli sektor chip.

“Ini berubah dari sekadar aksi jual chip menjadi sesuatu yang jauh lebih luas,” ujar kepala analis pasar di IG, Chris Beauchamp, dikutip dari laman Reuters, Jumat (17/7/2026).

Dia menambahkan bahwa fenomena ini terlihat jelas pada indeks Nasdaq yang sempat melonjak tinggi dalam waktu singkat.

“Orang-orang tentu akan berusaha mempertahankan keuntungan yang mungkin telah mereka peroleh sejak akhir Maret,” lanjut Beauchamp.

Nasdaq sendiri tercatat telah menguat sekitar 11% sepanjang tahun 2026 sebelum koreksi ini terjadi.

Sentimen pasar semakin memburuk akibat laporan kinerja keuangan Netflix yang berada di bawah ekspektasi analis.

Saham raksasa layanan streaming tersebut merosot 11,3% sebelum pembukaan pasar.

Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan investor, melonjak 1,36 poin ke level 18,09.

Level tersebut merupakan angka tertinggi yang dicapai pasar dalam lebih dari satu pekan terakhir.

Ketidakpastian ekonomi global turut memperparah tekanan pada indeks utama Wall Street.

Ketegangan geopolitik meningkat setelah terjadi serangan yang melibatkan fasilitas vital di Iran dan Kuwait.

Situasi politik domestik AS juga menjadi perhatian setelah tuduhan Presiden Donald Trump terhadap China mengenai intervensi pemilu.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menggoyahkan hubungan diplomatik menjelang KTT Washington.

Pelaku pasar kini menanti survei sentimen konsumen dari Universitas Michigan guna mendapatkan gambaran ekonomi lebih lanjut.

Data produksi industri juga dipantau ketat untuk menutup pekan yang penuh dengan gejolak laporan ekonomi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar