Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan lonjakan kinerja impresif sepanjang periode perdagangan 13 hingga 17 Juli 2026.
Data dari IDX Mobile yang dirilis Sabtu (18/7/2026) mengonfirmasi bahwa indeks acuan domestik tersebut berhasil menguat sebesar 4,24 persen dalam kurun waktu satu pekan.
Pergerakan IHSG selama lima hari perdagangan terpantau fluktuatif di rentang 5.888 hingga 6.193.
Pencapaian ini menandai momentum kebangkitan signifikan pasar modal Indonesia yang sebelumnya tertahan di level 5.000-an.
Kini, indeks acuan tersebut secara meyakinkan telah menembus ambang psikologis level 6.000.
Aktivitas perdagangan di lantai bursa berlangsung sangat ramai dengan total volume mencapai 130,9 miliar lembar saham.
Nilai transaksi selama sepekan tercatat menyentuh angka Rp69,95 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 11,7 juta kali.
Seiring dengan penguatan harga saham, kapitalisasi pasar bursa juga mengalami lonjakan nilai.
Nilai kapitalisasi pasar ditutup pada posisi Rp10,75 triliun, naik 3,95 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di level Rp10,34 triliun.
Dinamika pasar kali ini didominasi oleh partisipasi investor domestik yang memegang porsi transaksi sebesar 65 persen.
Sebaliknya, investor asing tercatat berkontribusi sebesar 35 persen terhadap nilai transaksi total di bursa.
Pembalikan arah terjadi pada arus modal asing yang kini mencatatkan aksi beli bersih atau net buy.
Data bursa menunjukkan investor asing melakukan pembelian senilai Rp24,72 triliun dan penjualan sebesar Rp24,28 triliun.
Alhasil, terjadi net buy asing sebesar Rp442,05 miliar selama periode sepekan terakhir.
Kondisi ini merupakan perubahan drastis jika dibandingkan dengan pekan lalu, di mana pasar sempat mencatatkan net sell asing mencapai Rp1,74 triliun.
Sementara itu, investor lokal mencatatkan nilai pembelian Rp45,23 triliun dan nilai penjualan sebesar Rp45,67 triliun.
Di sektor saham individu, sejumlah emiten mencatatkan kenaikan harga yang fantastis hingga menempati posisi top gainers.
PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) memimpin daftar tersebut dengan penguatan sebesar 138,21 persen hingga menyentuh harga Rp505 per lembar.
Menyusul di belakangnya, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menguat 77,06 persen ke level Rp386.
Emiten lainnya yang berada di jajaran penguat utama antara lain KBLV, MLPT, BKDP, RONY, VKTR, ALKA, HOPE, serta VERN dengan penguatan di atas 34 persen.
Namun, penguatan IHSG tidak dibarengi oleh seluruh saham yang ada di papan perdagangan.
Tercatat ada 10 saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam hingga mencatatkan status top losers.
PT Niramas Utama Tbk (JELI) memimpin penurunan dengan pelemahan mencapai 40,13 persen ke level Rp895.
Saham COCO dan BAPA juga mengalami koreksi masing-masing sebesar 21,56 persen dan 19,15 persen.
Selain itu, saham PEGE, NTBK, AIMS, FORU, ASPI, CASA, dan PADI turut terkoreksi dalam kisaran 9,5 hingga 14,4 persen.




















