BCA Cetak Laba Rp29,5 Triliun dan Salurkan Kredit Rp1.036 Triliun

BCA catat rekor kredit Rp1.036 triliun semester I 2026, laba bersih Rp29,5 triliun, pembiayaan hijau naik 19 persen, kualitas aset tetap terjaga dengan risiko rendah.

persen

bca-raup-laba-rp29,5-t-semester-i-2026,-kredit-tembus-rp1.036-t
BCA Raup Laba Rp29,5 T Semester I 2026, Kredit Tembus Rp1.036 T

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan rekor penyaluran kredit yang menembus angka Rp1.036 triliun pada semester I 2026.

Capaian tersebut tumbuh sebesar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan kredit ini menjadi motor utama bagi perseroan dalam mencetak laba bersih sebesar Rp29,5 triliun.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, menyatakan bahwa total laba tersebut mencakup perolehan BCA dan entitas anak.

“Total laba BCA dan entitas anak pada semester I 2026 mencapai Rp29,5 triliun,” ujar Hera dalam konferensi pers virtual, Selasa (28/7).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari efektivitas berbagai program promosi seperti BCA Expoversary 2026.

Selain itu, fokus perseroan pada sektor produktif menjadi kunci utama dengan total pembiayaan mencapai Rp802 triliun atau naik 11 persen.

Secara rinci, pembiayaan korporasi tumbuh 13,6 persen menjadi Rp513,4 triliun.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM mencatatkan pertumbuhan 6,6 persen menjadi Rp288,5 triliun.

BCA juga mencatat tren positif pada pembiayaan hijau yang melonjak 19 persen menjadi Rp123 triliun.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor energi terbarukan yang melesat 82 persen serta kredit kendaraan listrik sebesar 25 persen.

Meski ekspansif, Hera menegaskan bahwa kualitas aset tetap terjaga dengan rasio loan at risk di angka 4,9 persen dan non-performing loan sebesar 1,9 persen.

“Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan,” tegasnya.

Kinerja kredit tersebut turut didukung oleh pendanaan yang solid melalui pertumbuhan giro dan tabungan (CASA) sebesar 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun.

Secara keseluruhan, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan naik 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun dengan porsi CASA mendominasi sebesar 84,3 persen.

Rekomendasi