Jemput Bola, Layanan Keliling BPJS Kesehatan Mudahkan Warga Urus JKN

persen

Jemput Bola, Layanan Keliling BPJS Kesehatan Mudahkan Warga Urus JKN

Pangalengan – BPJS Kesehatan secara resmi mengoperasikan layanan jemput bola melalui unit BPJS Keliling di Puskesmas Warnasari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jumat (18/9/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk memangkas hambatan geografis yang selama ini menyulitkan warga dalam mengakses administrasi JKN secara mandiri.

Masyarakat kini dapat mengakses beragam layanan tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju kantor cabang BPJS Kesehatan.

Cakupan layanan yang tersedia di lokasi meliputi pendaftaran peserta baru, perubahan data, konsultasi administrasi, hingga penyelesaian keluhan terkait kepesertaan.

Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, menegaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bentuk adaptasi instansi terhadap kondisi lapangan yang beragam.

“BPJS Kesehatan memang telah mengembangkan berbagai kanal digital untuk mempermudah akses layanan peserta,” ujar Iqbal sebagaimana dikutip dari laporan resmi lembaga, Kamis (17/9/2026).

Namun, ia mengakui bahwa digitalisasi tidak selalu menjadi solusi tunggal bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok daerah.

“Di sisi lain, kami juga memahami bahwa tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai kondisi,” lanjut Iqbal.

Ia menyebutkan beberapa faktor penghambat utama, seperti keterbatasan jaringan komunikasi, kendala geografis, hingga disparitas tingkat literasi digital antarwilayah.

Menurut Iqbal, pendekatan yang bersifat inklusif sangat diperlukan agar tidak ada peserta yang tertinggal dalam mendapatkan hak layanan kesehatan.

“Seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data, kondisi geografis, maupun tingkat literasi digital masyarakat yang berbeda-beda,” jelasnya.

Untuk menjembatani kebutuhan tersebut, pihaknya tetap mempertahankan kombinasi antara inovasi teknologi dan layanan tatap muka.

“Dalam memberikan layanan, kami harus melihat dari sudut pandang peserta. Ada masyarakat yang lebih nyaman menggunakan layanan digital, tetapi ada juga yang membutuhkan layanan secara langsung,” tambah Iqbal.

Strategi ini melengkapi ekosistem layanan BPJS Kesehatan yang sudah ada, termasuk aplikasi Mobile JKN dan layanan PANDAWA melalui WhatsApp.

Selain itu, terdapat pula fasilitas Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) yang memungkinkan interaksi tatap muka secara virtual.

Inisiatif jemput bola ini mendapat dukungan penuh dari pihak pengawas eksternal.

Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timbul Siregar, menilai langkah tersebut sebagai bentuk responsivitas nyata terhadap problematika masyarakat di lapangan.

“Kehadiran BPJS Keliling menjadi bentuk pelayanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkap Timbul.

Ia menambahkan bahwa efisiensi waktu dan biaya yang dirasakan peserta menjadi nilai tambah utama dari program ini.

“Layanan jemput bola seperti ini sangat membantu peserta menyelesaikan kebutuhan administrasi kepesertaan JKN tanpa harus menempuh perjalanan yang jauh,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Warnasari, Eti Rosmalia, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam memberikan edukasi kepada peserta.

Pihak Puskesmas berperan aktif dalam memberikan informasi mengenai prosedur aktivasi kepesertaan bagi warga yang sempat dinonaktifkan.

“Puskesmas akan membantu namun untuk proses aktivasi tetap menjadi kewenangan Dinas Sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Eti.

Selain aspek administratif, Puskesmas juga terus mengoptimalkan fungsi promotif dan preventif bagi para peserta JKN.

Eti menekankan pentingnya edukasi pola hidup sehat sebagai langkah utama dalam menekan angka kesakitan di wilayah tersebut.

Kehadiran BPJS Keliling diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala untuk memastikan seluruh warga Pangalengan mendapatkan akses jaminan kesehatan yang optimal dan merata.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar