IHSG Menguat 0,48%, Transaksi Crossing Saham MBSS Tembus Rp 4,2 Triliun

IHSG Menguat 0,48%, Transaksi Crossing Saham MBSS Tembus Rp 4,2 Triliun

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada sesi perdagangan pertama hari ini, Jumat (31/7/2026), dengan kenaikan sebesar 0,48 persen atau 29,92 poin ke level 6.216.

Pergerakan indeks utama domestik ini diwarnai oleh aksi transaksi tutup sendiri atau crossing saham dalam skala jumbo pada emiten PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS).

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi crossing MBSS mencapai Rp 4,2 triliun.

Aksi korporasi tersebut melibatkan 14,4 juta lot saham dengan harga rata-rata Rp 2.914 per lembar.

Seiring dengan tingginya minat transaksi di pasar negosiasi tersebut, harga saham MBSS di pasar reguler turut terkerek naik 3,23 persen ke level Rp 2.880.

Selain MBSS, aktivitas transaksi crossing juga terpantau terjadi pada saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) senilai Rp 65,8 miliar.

Tidak ketinggalan, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) juga mencatatkan transaksi serupa dengan nilai Rp 39,5 miliar.

Secara keseluruhan, volume perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 18,67 miliar saham.

Frekuensi transaksi yang tercatat di bursa mencapai 1,13 juta kali dengan total nilai transaksi sebesar Rp 11,11 triliun.

Kapitalisasi pasar domestik saat ini telah menyentuh angka Rp 10.896 triliun.

Sentimen positif di pasar modal Indonesia didorong oleh dominasi saham-saham yang menguat.

Sebanyak 437 saham ditutup naik, sementara 192 saham mengalami koreksi dan 159 saham lainnya stagnan.

Sektor industri dasar mencatatkan performa gemilang, terutama pada emiten-emiten pelat merah.

PT Timah Tbk (TINS) memimpin dengan lonjakan harga 5,62 persen ke Rp 3.760.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyusul dengan kenaikan 7,65 persen ke level Rp 5.275.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut mencatatkan penguatan 0,35 persen ke posisi Rp 2.870.

Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor yang ada di bursa berada di zona hijau.

Sektor industri manufaktur dan otomotif memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG.

PT Astra International Tbk (ASII) menguat 4,04 persen menjadi Rp 5.150.

PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) naik 6,38 persen ke Rp 150, serta PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) naik 1,49 persen ke Rp 136.

Di sisi lain, saham TINS menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp 381,53 miliar.

Peringkat kedua diisi oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai Rp 367,39 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di posisi ketiga dengan nilai transaksi Rp 343,33 miliar.

Pergerakan bursa domestik ini sejalan dengan mayoritas bursa di kawasan Asia yang juga mengalami pertumbuhan.

Indeks Nikkei Jepang melonjak 4,09 persen ke level 64.395.

Shanghai Composite di Tiongkok tumbuh 0,76 persen ke level 3.833.

Sementara itu, Hang Seng di Hong Kong tercatat melemah tipis 0,01 persen ke level 25.856.

Daftar saham dengan kenaikan tertinggi (top gainer) pada sesi siang ini dipimpin oleh PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang naik 12,26 persen ke Rp 348.

PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) naik 9,52 persen ke Rp 690, dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 9,15 persen ke Rp 835.

Sebaliknya, saham yang mengalami tekanan jual atau top loser antara lain PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang turun 7,66 persen ke Rp 5.125.

PT Astra Graphia Tbk (ASGR) terkoreksi 4,05 persen ke Rp 1.775, serta PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 3,67 persen ke Rp 18.375.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar