Jakarta – Konglomerat Low Tuck Kwong bersama putrinya, Elaine Low, resmi mengikat kesepakatan strategis untuk melepas sebagian kepemilikan saham mereka di PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Langkah tersebut tertuang dalam penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement yang melibatkan PT Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis (17/9/2026), transaksi ini mencakup pengalihan saham dalam jumlah signifikan.
Total saham yang direncanakan berpindah tangan mencapai 10.000.000.500 lembar saham biasa.
Direktur Bayan Resources, Jenny Quantero, menjelaskan bahwa realisasi pengalihan kepemilikan tersebut tidak terjadi secara instan.
Penyelesaian transaksi ini masih harus melewati serangkaian tahapan prosedural yang ketat.
“Penyelesaian transaksi tersebut tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan,” ujar Jenny sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi perusahaan, Kamis (17/9/2026).
Apabila seluruh syarat pendahuluan telah terpenuhi sepenuhnya, maka PT Jhonlin Baratama akan resmi menjadi pemilik dari 10.000.000.500 saham biasa perseroan.
Perubahan struktur pemegang saham ini dipastikan tidak akan mengguncang stabilitas perusahaan di masa depan.
Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut tidak memberikan dampak material negatif bagi operasional perusahaan.
Seluruh aspek hukum, kondisi keuangan, serta kelangsungan usaha dipastikan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.
Langkah strategis ini menarik perhatian pelaku pasar di tengah fluktuasi kinerja saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
Pada perdagangan hari ini, Kamis (17/9/2026), saham BYAN mencatatkan penguatan tipis sebesar 1,14 persen.
Harga saham emiten batu bara tersebut ditutup di level Rp 11.525 per lembar saham.
Kendati mengalami kenaikan pada sesi hari ini, performa harga saham BYAN secara keseluruhan sepanjang tahun berjalan atau year-to-date masih berada di zona merah.
Tercatat, harga saham telah mengalami koreksi sebesar 26,59 persen dibandingkan posisi awal tahun.
Kehadiran PT Jhonlin Baratama dalam daftar pemegang saham Bayan Resources melalui transaksi ini menandai babak baru dalam peta kepemilikan perusahaan.
Keputusan Low Tuck Kwong untuk melepas porsi sahamnya cukup signifikan mengingat posisinya sebagai pendiri sekaligus pengendali utama perusahaan.
Hingga saat ini, pasar masih menanti pemenuhan syarat-syarat pendahuluan yang menjadi kunci finalisasi kesepakatan tersebut.
Seluruh proses administrasi dan legalitas pengalihan saham akan terus dipantau oleh otoritas bursa sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Investor dan publik diharapkan tetap mencermati keterbukaan informasi lebih lanjut terkait progres pemenuhan syarat-syarat pendahuluan tersebut.
Stabilitas operasional yang ditegaskan manajemen menjadi poin krusial untuk menjaga kepercayaan pemegang saham di tengah masa transisi kepemilikan ini.



















