IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Kholida Rahman

IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini, Senin (3/8/2026).

Sentimen positif ini muncul setelah indeks domestik berhasil ditutup menguat sebesar 0,30% ke level 6.236,13 pada akhir pekan lalu, Jumat (31/7/2026).

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menyatakan bahwa pasar memiliki potensi besar untuk terus mendaki di awal pekan ini.

Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level support di kisaran 6.180 hingga 6.200.

Sementara itu, untuk level resistance, indeks diperkirakan akan menguji posisi di rentang 6.300 hingga 6.380, menurut keterangan tertulis Reza Diofanda pada Minggu (2/8/2026).

Faktor musiman dinilai menjadi salah satu pendorong utama optimisme pasar saat ini.

Reza Diofanda menambahkan bahwa secara historis, bulan Agustus sering kali memberikan probabilitas penguatan yang cukup tinggi bagi pasar modal.

Selain pola musiman, perhatian investor kini tertuju pada rilis sejumlah data ekonomi krusial yang akan menjadi penentu arah pasar.

Data tersebut mencakup PMI manufaktur, angka inflasi, kinerja neraca perdagangan, serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di sisi lain, investor juga memantau perkembangan cadangan devisa dan data tenaga kerja Amerika Serikat, yakni Non-Farm Payrolls.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.

Ia menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada pekan ini masih memiliki peluang untuk menguat, meski gerakannya cenderung terbatas.

Herditya Wicaksana memberikan estimasi level support pada angka 5.966 dan resistance pada level 6.377.

Menurutnya, dinamika pasar akan sangat dipengaruhi oleh rilis data makroekonomi, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri.

Khusus untuk domestik, pasar sedang menunggu laporan mengenai neraca dagang, inflasi, dan cadangan devisa terbaru.

Sementara dari sisi eksternal, pelaku pasar akan menaruh perhatian pada data ekonomi China serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Selain data ekonomi, faktor kebijakan moneter juga menjadi perhatian serius para investor.

Pelaku pasar masih mencermati independensi dan kesinambungan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia.

Pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi variabel penting yang terus dipantau karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas pasar keuangan.

Menanggapi kondisi tersebut, para analis memberikan sejumlah rekomendasi saham untuk dicermati oleh investor.

Reza Diofanda menyarankan investor untuk melirik saham BRPT, MLPL, dan BBRI dalam strategi perdagangan jangka pendek.

Sementara itu, Herditya Wicaksana merekomendasikan untuk memperhatikan saham BRMS pada rentang harga Rp 595 hingga Rp 605 per saham.

Ia juga menyarankan investor untuk memantau saham ENRG di kisaran harga Rp 1.455 hingga Rp 1.610.

Selain itu, saham MBMA juga masuk dalam daftar pantauan dengan rentang harga Rp 540 hingga Rp 580 per saham.

Secara keseluruhan, investor diimbau untuk tetap waspada terhadap dinamika global dan domestik yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar