Enam Puluh Persen Alumni Magang Nasional Terserap Menjadi Karyawan

Antusiasme tinggi terhadap Program Magang Nasional Batch I Angkatan II 2026 dengan 732.483 pendaftar, namun hanya 50 ribu kuota dan 226.719 lulus verifikasi administrasi.

Rayhan Akhari

airlangga-sebut-60-persen-alumni-magang-nasional-direkrut-karyawan
Airlangga Sebut 60 Persen Alumni Magang Nasional Direkrut Karyawan

Jakarta – Antusiasme masyarakat terhadap Program Magang Nasional Batch I Angkatan II 2026 melonjak tajam dengan total pendaftar mencapai 732.483 orang.

Tingginya minat tersebut berbanding terbalik dengan kuota yang tersedia, yakni hanya untuk 50 ribu peserta.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa dari ratusan ribu pendaftar, hanya 226.719 orang yang berhasil lolos verifikasi administrasi.

“Hingga penutupan pendaftaran program pemagangan Batch I Angkatan II 2026 pada 28 Juli 2026, sebanyak 732.483 orang mendaftar sebagai calon peserta pemagangan. Namun demikian, setelah kami melakukan verifikasi terdapat 226.719 yang mengajukan lamaran lengkap,” ujar Anwar.

Anwar menjelaskan, banyaknya pendaftar yang gugur disebabkan oleh ketidaksesuaian syarat atau kategori not eligible.

Beberapa kendala utama meliputi dokumen yang tidak lengkap, hingga pendaftar yang sudah melewati batas waktu kelulusan maksimal satu tahun.

Di sisi lain, program magang ini terbukti efektif menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mencatat bahwa 60 persen alumni program magang nasional berhasil diserap menjadi karyawan tetap di perusahaan tempat mereka menimba ilmu.

“Dari hasil kemarin evaluasi, 60 persen dari yang ikut magang itu diterima di perusahaan di tempat mereka magang,” tutur Airlangga.

Pemerintah sendiri memberikan dukungan penuh bagi peserta magang melalui pemberian uang saku bulanan yang setara dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) setempat.

Seluruh biaya uang saku tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, bukan dibebankan kepada perusahaan penyelenggara magang.

Program ini terbuka bagi lulusan diploma, sarjana, maupun pendidikan profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun sejak tanggal ijazah diterbitkan.

Rekomendasi