Dian Swastatika Alihkan 9,63 Miliar Saham Treasuri, Harga Saham Menguat

Kholida Rahman

Dian Swastatika Alihkan 9,63 Miliar Saham Treasuri, Harga Saham Menguat

Jakarta – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadwalkan pengalihan saham treasuri sebanyak 9,63 miliar lembar mulai Senin, 10 Agustus 2026.

Langkah korporasi ini bertujuan memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback).

Emiten tersebut harus menyelesaikan pengalihan saham dalam jangka waktu maksimal tiga tahun setelah periode buyback berakhir.

Jumlah saham yang akan dialihkan mencapai 9.631.904.000 lembar, atau setara dengan 5% dari modal disetor perusahaan.

Direktur Dian Swastatika Sentosa, David Fernando Audy, menyatakan bahwa aksi ini akan dieksekusi melalui mekanisme pasar reguler di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pengalihan saham treasuri akan dilakukan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek Indonesia mulai 10 Agustus 2026 hingga seluruh proses selesai,” ujar David dalam keterbukaan informasi, Kamis (6/8/2026).

Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tersebut tidak memerlukan persetujuan tambahan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Seluruh tahapan pengalihan akan dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku di Indonesia.

Untuk memfasilitasi transaksi ini, perusahaan telah menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses pengalihan saham.

Harga penjualan saham nantinya akan ditetapkan berdasarkan ketentuan harga yang berlaku di pasar modal saat transaksi berlangsung.

Rencana ini merupakan kelanjutan dari program buyback yang telah dirampungkan perseroan pada September 2023 silam.

Sebelum aksi pemecahan nilai nominal saham atau stock split, perusahaan sempat membeli kembali sebanyak 154.105.327 lembar saham.

Sejak saat itu, DSSA telah melakukan dua kali aksi korporasi berupa stock split untuk menyesuaikan jumlah saham beredar.

Pemecahan saham pertama dilakukan pada tahun 2024 dengan rasio 1:10, disusul kemudian dengan rasio 1:25 pada tahun 2026.

Hingga data per 13 Juli 2026, perusahaan mencatat telah merealisasikan pengalihan sebanyak 24.815.000 saham sebelum stock split kedua.

Jumlah tersebut setara dengan 620.375.000 lembar saham setelah dilakukan penyesuaian rasio stock split 2026.

Saat ini, DSSA masih memegang cadangan saham treasuri sebanyak 37.905.956.750 lembar saham yang belum dialihkan.

Sentimen pasar terhadap langkah ini tampak positif, terlihat dari pergerakan harga saham DSSA di lantai bursa.

Pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026), harga saham DSSA melonjak 12,14% menjadi Rp 970 per lembar.

Kenaikan tersebut semakin memperkuat tren positif saham perusahaan dalam kurun waktu satu bulan terakhir dengan total penguatan sebesar 19,02%.

Investor kini tengah memantau bagaimana serapan pasar terhadap 9,63 miliar saham yang akan dilepas oleh DSSA tersebut mulai pekan depan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar