Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia menetapkan sektor pariwisata sebagai motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional selama semester II tahun 2026.
Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika ketidakpastian pasar global yang masih membayangi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa sektor pariwisata dinilai memiliki daya ungkit yang signifikan bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong. Kemudian, industri yang terkait dengan pariwisata terus kita genjot,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (6/8), sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi pemerintah.
Pemerintah memandang pariwisata sebagai low hanging fruit atau peluang yang dapat dipetik dengan cepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.
Kinerja positif di sejumlah wilayah yang berbasis pariwisata menjadi acuan utama kebijakan ini.
Bali dan Nusa Tenggara tercatat mampu mencatatkan angka pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata nasional.
“Ini kan salah satu yang menarik, Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional. Sehingga sektor ini yang terkait dengan pariwisata terbukti bisa menggeliat dan kita bisa dorong ini untuk low hanging fruit,” kata Airlangga, dikutip dari keterangan pers Kemenko Perekonomian.
Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah melakukan penguatan konektivitas internasional melalui kolaborasi dengan otoritas Thailand.
Kedua negara telah menyepakati pembukaan rute penerbangan langsung yang menghubungkan Phuket dengan Bali.
Kebijakan ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dengan Perdana Menteri Thailand.
Pemerintah berharap penambahan rute ini mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan ke Indonesia.
“Kemarin pada saat ada Perdana Menteri dari Thailand, kita juga meminta agar jumlah turis yang ke Thailand sekitar 38 juta, kita sekitar 16 juta. Nah, nanti ada direct flight langsung dari Phuket ke Bali atau dari Bangkok ditambahkan dengan penerbangan TransNusa, sehingga hubungan tourism dua negara ini bisa meningkat,” ucap Airlangga, berdasarkan laporan resmi pemerintah.
Selain konektivitas, pemerintah tetap menempatkan investasi sebagai pilar utama dalam struktur pertumbuhan ekonomi nasional.
Sinergi antara investasi dan industri pariwisata diharapkan mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pemerintah optimistis bahwa dengan memanfaatkan potensi pariwisata daerah, ekonomi nasional dapat bertahan dan tumbuh meski menghadapi tantangan eksternal yang cukup berat sepanjang tahun 2026.
Fokus pengembangan akan diarahkan pada peningkatan fasilitas pendukung serta optimalisasi rute penerbangan baru dalam waktu dekat.
Upaya ini mencerminkan strategi pemerintah dalam melakukan diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi nasional agar tidak hanya bergantung pada sektor komoditas atau investasi konvensional saja.
Kementerian terkait kini tengah melakukan koordinasi intensif untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas bagi wisatawan mancanegara yang akan memanfaatkan rute-rute baru tersebut.























