Jakarta – Investor asal China dan Rusia kini menjadi kandidat utama dalam rencana pembangunan proyek kereta api Trans Kalimantan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai tahap penjajakan dengan pihak asing tersebut untuk merealisasikan jalur kereta di Kalimantan.
“Sudah kita jajaki dengan dalam negeri maupun dengan luar negeri, di antaranya China dan Rusia,” ujar Dudy di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8).
Dudy menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah memetakan minat investor berdasarkan kelayakan bisnis di masing-masing wilayah.
Menurutnya, terdapat perbedaan fokus antara pengembangan jalur kereta di Sumatra dan Kalimantan.
“Kalau di Sumatra, logistiknya KAI yang lebih berminat untuk mengembangkannya,” jelas Dudy.
Sementara itu, ia menilai investor dari China dan Rusia menunjukkan ketertarikan yang lebih besar untuk menggarap proyek di Kalimantan.
Meski penjajakan terus berjalan, pemerintah belum menetapkan nilai investasi pasti untuk proyek infrastruktur strategis ini.
Dudy menegaskan bahwa pemerintah masih menunggu perhitungan bisnis yang lebih mendalam dari para calon investor.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini akan melibatkan PT KAI yang kini berada di bawah naungan BPI Danantara.
Pemerintah sendiri telah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk menyambungkan jalur kereta di Sumatra serta memulai pembangunan baru di Kalimantan.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan kereta api sebagai instrumen logistik ekonomis bagi masyarakat.
Prabowo sebelumnya menekankan bahwa transportasi kereta api harus diposisikan sebagai pelayanan publik untuk menumbuhkan ekonomi rakyat, bukan sekadar mengejar keuntungan.






















