Jakarta – Harga emas batangan yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengalami koreksi signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat (7/8/2026).
Pelemahan ini mencakup harga jual emas batangan maupun harga beli kembali atau buyback yang ditetapkan oleh unit bisnis Logam Mulia.
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga untuk pecahan satu gram emas Antam kini dipatok pada angka Rp 2.650.000.
Nilai tersebut mencerminkan penurunan sebesar Rp 29.000 dibandingkan posisi harga pada penutupan perdagangan Kamis (6/8/2026) yang berada di level Rp 2.679.000 per gram.
Tren serupa juga terjadi pada harga buyback yang menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas mereka kepada pihak perusahaan.
Saat ini, harga buyback emas Antam berada di angka Rp 2.461.000 per gram.
Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp 29.000 jika dibandingkan dengan harga buyback sehari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2.490.000 per gram.
Penurunan harga ini berlaku secara seragam pada berbagai pilihan ukuran berat emas yang ditawarkan oleh Logam Mulia.
Bagi investor yang meminati pecahan kecil, harga emas 0,5 gram saat ini dijual seharga Rp 1.375.000.
Sementara itu, untuk pecahan lebih besar seperti 5 gram, harga yang ditetapkan adalah Rp 13.025.000.
Pecahan 10 gram kini dibanderol dengan harga Rp 25.995.000, sedangkan untuk ukuran 25 gram, harga yang harus dibayarkan mencapai Rp 64.862.000.
Untuk kebutuhan investasi dalam skala lebih besar, pecahan 50 gram dipasarkan dengan nilai Rp 129.645.000.
Logam Mulia juga menyediakan emas dalam ukuran 100 gram dengan harga Rp 259.212.000.
Pecahan 250 gram saat ini dihargai sebesar Rp 647.765.000, sementara untuk berat 500 gram mencapai Rp 1.295.320.000.
Untuk ukuran terbesar yakni 1.000 gram atau satu kilogram, harga yang dipatok adalah Rp 2.590.600.000.
Perlu diperhatikan bahwa seluruh harga yang tertera di atas belum termasuk beban pajak yang mungkin berlaku saat transaksi pembelian dilakukan.
Logam Mulia dalam keterangannya menjelaskan bahwa perbedaan harga per gram pada setiap pecahan dipengaruhi oleh biaya cetak.
Biasanya, harga per gram untuk emas dengan ukuran batang yang lebih kecil cenderung lebih mahal dibandingkan dengan emas batangan berukuran besar.
Hal ini terjadi karena adanya biaya tambahan yang dibebankan pada proses pencetakan batangan emas tersebut.
Harga yang diumumkan setiap harinya merupakan harga dasar yang menjadi patokan bagi para pelaku bisnis emas di Indonesia.
Fluktuasi harga emas domestik ini umumnya sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas emas di pasar global serta nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Para investor disarankan untuk terus memantau pembaruan harga secara berkala sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi jual maupun beli.
























