Kemenhub Audit Sistem Manajemen Keselamatan Pasca Kebakaran KMP Mutiara

Kemenhub audit sistem keselamatan PT Atosim Lampung pascakebakaran KMP Mutiara Sentosa II, tegaskan pentingnya budaya keselamatan pelayaran dan pencegahan barang berbahaya di kapal.

Kholida Rahman

kemenhub-audit-sistem-manajemen-keselamatan-usai-kebakaran-kmp-mutiara
Kemenhub Audit Sistem Manajemen Keselamatan usai Kebakaran KMP Mutiara

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyoroti pentingnya budaya keselamatan pelayaran pascainsiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep, Jawa Timur.

Langkah tegas diambil pemerintah dengan segera mengaudit sistem manajemen keselamatan PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator kapal tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyatakan bahwa pihaknya telah memanggil pihak operator untuk dimintai pertanggungjawaban.

“Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengawasan dan mitigasi untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari,” ujar Masyhud di Jakarta, Jumat (7/8).

Audit ini menjadi instrumen evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan pelayaran yang selama ini dijalankan oleh operator.

Masyhud menekankan bahwa operator kapal memiliki kewajiban mutlak untuk memastikan prosedur pemuatan penumpang dan barang sesuai dengan standar keamanan.

Pemerintah juga mengingatkan pengguna jasa transportasi laut agar tidak membawa barang berbahaya yang berpotensi memicu kecelakaan di atas kapal.

“Keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Masyhud.

Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan oleh operator maupun masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat budaya keselamatan nasional.

Sebelumnya, Kemenhub telah mengerahkan KN Grantin P.211 dan KN Masalembo untuk mengevakuasi para korban dari lokasi kejadian.

Hingga Selasa (4/8), tercatat sebanyak 238 orang telah dievakuasi dengan rincian 233 orang selamat dan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Rekomendasi