Hedge Fund Global Catatkan Penurunan Keuntungan 3% Selama Juli 2026

Rayhan Akhari

Hedge Fund Global Catatkan Penurunan Keuntungan 3% Selama Juli 2026

Jakarta – Kinerja industri hedge fund global mengalami tekanan signifikan sepanjang Juli 2026 akibat pembalikan arah posisi pada sektor saham teknologi.

Data internal JPMorgan, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Sabtu (8/8/2026), menunjukkan bahwa hedge fund kehilangan hampir 3% dari akumulasi keuntungan tahun berjalan selama periode tersebut.

Aksi pelepasan transaksi di sektor teknologi menjadi pemicu utama penurunan performa ini.

Tekanan pasar semakin diperparah oleh ketidakpastian geopolitik akibat perang Iran yang berkelanjutan.

Lonjakan harga minyak mentah global turut mengguncang stabilitas pasar keuangan internasional.

Sentimen negatif ini memicu aksi jual massal pada saham-saham sektor chip dan memberi tekanan berat pada pasar teknologi di Asia.

Indeks saham teknologi Amerika Serikat tercatat merosot lebih dari 7% selama bulan Juli.

JPMorgan menjelaskan bahwa kerugian perdagangan tersebut bersumber dari posisi yang terlalu terkonsentrasi pada saham teknologi.

Ketika sentimen pasar memburuk, para spekulan kesulitan untuk keluar dari posisi pada tingkat harga yang menguntungkan.

Meskipun demikian, secara keseluruhan hedge fund masih mampu mempertahankan keuntungan sekitar 8% sepanjang tahun ini.

Hedge fund dengan strategi multi-strategi dinilai mencatat kinerja relatif lebih baik dengan imbal hasil negatif sebesar 2,2% pada Juli.

Sebaliknya, hedge fund yang berfokus pada pemilihan saham (stock picker) di kawasan Asia Pasifik mengalami penurunan rata-rata sebesar 9,4%.

Kelompok quant fund, yang memperdagangkan saham berdasarkan pergerakan harga bukan fundamental, mencatat penurunan rata-rata 5% di bulan yang sama.

Laporan JPMorgan mengidentifikasi quant hedge fund sebagai strategi dengan tingkat leverage tertinggi, mencapai 450%.

Sementara itu, Goldman Sachs dalam catatan terpisah menyebutkan bahwa hedge fund stock picker global mengalami kerugian bulanan terbesar kedua dalam kurun waktu empat tahun terakhir.

Hedge fund stock picker berbasis di Asia bahkan mencatat kinerja bulanan terburuk sejak data tersebut mulai dihimpun.

Strategi momentum juga disebut menjadi faktor penyebab kerugian pada Juli.

Strategi ini mengandalkan asumsi bahwa saham dengan kinerja positif akan terus unggul, namun berbalik menjadi sumber kerugian saat arah pasar berubah.

Fenomena pelepasan saham AS pada Juli dan pembelian kembali pada September tercatat sebagai pola yang berulang.

Tindakan pengurangan posisi atau “de-grossing” pada tahun ini tercatat lebih besar dibandingkan periode serupa kecuali pada tahun 2020 dan 2022.

Meski tertekan di bulan Juli, posisi hedge fund terhadap saham teknologi dalam jangka panjang dinilai masih relatif tinggi.

Ukuran transaksi yang dilakukan hedge fund pada saham teknologi juga cenderung lebih besar dibandingkan sektor lainnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar