IHSG Tertekan Enam Hari Beruntun, Simak Proyeksi dan Saham Pilihan

Kholida Rahman

IHSG Tertekan Enam Hari Beruntun, Simak Proyeksi dan Saham Pilihan

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam posisi rentan setelah mencatatkan penurunan selama enam hari berturut-turut hingga penutupan perdagangan Kamis (1/10/2026).

Indeks ditutup melemah 1,02 persen atau terkoreksi 61,63 poin ke level 6.009,50.

Posisi penutupan tersebut menempatkan indeks acuan domestik ini semakin mendekati ambang batas psikologis krusial di level 6.000.

Sentimen negatif yang membayangi pasar modal Indonesia dipicu oleh akumulasi tekanan jual dari investor asing serta meningkatnya ketidakpastian kondisi pasar secara luas.

Data perdagangan menunjukkan investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp1,56 triliun di pasar reguler pada sesi sebelumnya.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pelemahan ini merupakan dampak dari perpaduan sentimen domestik dan faktor eksternal yang kurang menguntungkan.

Di tingkat domestik, pelaku pasar sedang merespons isu rencana perombakan kabinet atau reshuffle.

“Dalam jangka pendek, reshuffle dapat meningkatkan volatilitas karena pasar perlu menilai kembali arah kebijakan dan koordinasi antarkementerian,” ujar Nafan dikutip dari laporan resmi, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, respons investor ke depan akan sangat bergantung pada figur yang ditunjuk serta kemampuan pemerintah dalam menjaga kesinambungan agenda ekonomi nasional.

Program fiskal pemerintah menjadi salah satu poin yang terus dipantau guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.

Sementara itu, faktor eksternal turut memperburuk kondisi pasar melalui masih tingginya imbal hasil atau yield US Treasury.

Pelemahan nilai tukar rupiah serta ketidakpastian situasi geopolitik global semakin mempersempit minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang.

Secara teknikal, Nafan memandang level 6.019 sebagai batas support krusial bagi pergerakan indeks.

Apabila level tersebut tertembus, IHSG berisiko terperosok lebih dalam menuju area support berikutnya di level 5.854.

Sebaliknya, indeks memerlukan penguatan untuk menembus area resistance di kisaran 6.185 hingga 6.240 guna memicu technical rebound.

Pandangan senada disampaikan oleh Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto.

Ia menilai IHSG saat ini berada dalam fase strong bearish setelah sempat menyentuh level di bawah 6.000 pada perdagangan Kamis.

Untuk perdagangan hari ini, Jumat (2/10/2026), William memproyeksikan IHSG masih akan bergerak dalam tren melemah pada rentang 5.966 hingga 6.080.

Meski pasar sedang dalam tekanan, ia menyarankan investor untuk tetap mencermati peluang pada saham tertentu.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) direkomendasikan dengan target harga di kisaran Rp1.180 hingga Rp1.200.

Selain itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga menjadi perhatian dengan target harga berada di rentang Rp5.400 hingga Rp5.500 untuk jangka pendek.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar