Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali berjalan pasca libur sekolah kini menjadi sorotan karena memicu lonjakan harga daging ayam ras di berbagai daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan harga komoditas ini telah menjangkau 188 kabupaten/kota hingga pekan pertama Agustus 2026.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa fenomena ini memerlukan langkah antisipasi agar harga tidak terus meroket melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).
“Ini mungkin perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (10/8).
Data BPS menunjukkan rata-rata harga nasional daging ayam ras berada di angka Rp39.712 per kilogram, atau masih sedikit di bawah HAP sebesar Rp40 ribu per kilogram.
Namun, disparitas harga yang tajam terjadi di sejumlah wilayah, dengan harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kilogram di Kabupaten Intan Jaya.
Selain program MBG, kenaikan harga juga dipicu oleh kendala pasokan dari peternak serta tingginya biaya produksi seperti harga pakan.
Di beberapa daerah seperti Bangka Selatan dan Bangka Tengah, lonjakan harga diperparah oleh cuaca buruk yang menghambat aktivitas nelayan, sehingga masyarakat beralih mengonsumsi ayam sebagai pengganti ikan.
Amalia menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan tanda khusus bagi daerah yang harga ayamnya sudah melampaui HAP dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) di atas 15 persen.
Beberapa wilayah yang masuk kategori perhatian khusus tersebut di antaranya Kota Binjai, Kabupaten Kepahiang, hingga Kabupaten Bangka.
BPS mencatat jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga ayam melonjak signifikan dari 110 daerah pada pekan kelima Juli menjadi 188 daerah di pekan pertama Agustus.
“Karena di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat,” jelas Amalia.





















