BEI bakal tambah kolom afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1%

Ikhwan Setiawan

BEI bakal tambah kolom afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1%

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memperketat transparansi data kepemilikan saham dengan menyematkan keterangan status afiliasi pada setiap pemegang saham dengan porsi di atas 1%.

Kebijakan ini diambil untuk memudahkan investor dalam memetakan struktur kepemilikan emiten secara lebih mendalam.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa selama ini data kepemilikan di atas 1% hanya menampilkan identitas pemegang saham tanpa rincian hubungan afiliasi.

“Ke depan, kami akan tambahkan lagi satu kolom yang memberikan informasi apakah pemegang saham di atas 1% ini terafiliasi atau tidak terafiliasi,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers bertajuk Transformasi Berkelanjutan untuk Pasar Modal Tepercaya dan Tangguh di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Pihak otoritas bursa memastikan bahwa penambahan fitur ini akan meningkatkan kemudahan akses informasi bagi publik.

“Sehingga publik akan lebih mudah menggunakan data tersebut. Demikian juga dengan informasi lainnya,” kata Jeffrey.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan bursa dalam meningkatkan kualitas layanan data bagi seluruh investor.

Manajemen BEI menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar respons terhadap tekanan lembaga pengelola indeks global.

Pengembangan data ini menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pasar modal Indonesia menghadapi tantangan masa depan.

Upaya ini selaras dengan peta jalan pengembangan bursa yang telah disusun hingga tahun 2030 mendatang.

Sebelumnya, BEI telah memperluas cakupan keterbukaan informasi dengan menampilkan data kepemilikan saham di atas 1%, setelah sebelumnya hanya mempublikasikan data di atas 5%.

Kebijakan tersebut merupakan salah satu dari delapan program reformasi integritas pasar modal yang dijalankan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO).

Dalam jangka panjang, BEI telah menetapkan visi untuk menjadi bursa kelas dunia yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Indonesia.

Target ambisius telah dicanangkan untuk periode 2026 hingga 2030.

Bursa menargetkan kapitalisasi pasar mencapai Rp 30.000 triliun pada tahun 2030.

Target tersebut diproyeksikan setara dengan 83% dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Selain kapitalisasi pasar, BEI mengincar nilai transaksi harian rata-rata sebesar Rp 31 triliun.

Jumlah perusahaan tercatat pun ditargetkan melampaui angka 1.100 emiten.

Basis investor pasar modal juga diproyeksikan tumbuh hingga menembus jumlah 35 juta investor.

“Ini adalah resolusi kami untuk mengantisipasi masa depan. Kami sudah mencanangkan apa yang harus dicapai oleh Bursa Efek Indonesia di tahun 2030,” ujar Jeffrey.

Sementara itu, catatan perdagangan hari ini menunjukkan dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Data intraday pukul 11.45 WIB mencatat volume transaksi sebesar 27,73 miliar saham.

Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 10,44 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,6 juta kali.

Total kapitalisasi pasar saat ini berada di angka Rp 11.204 triliun.

Di saat bersamaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sebesar 0,28% ke level 6.391.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar