Jakarta – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memulai langkah strategis dalam memperkuat kapasitas produksi Tambang Emas Pani di Gorontalo melalui pembangunan fasilitas pengolahan Carbon-in-Leach (CIL).
Proyek berskala besar ini direalisasikan melalui anak usaha perseroan, PT Pani Industri Nusantara (PIN), yang menjalin kontrak kerja sama dengan Vision Green Energy (Beijing) Tech Co., Ltd. (VGE).
Nilai investasi dalam kontrak tersebut mencapai RMB 1,02 miliar atau setara dengan Rp 2,45 triliun.
Angka transaksi tersebut merepresentasikan sekitar 40,26% dari total ekuitas perseroan merujuk pada laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Dalam kesepakatan tersebut, VGE bertindak sebagai penyedia mesin, peralatan, serta layanan konsultasi teknis untuk mendukung konstruksi fasilitas CIL.
Pihak manajemen EMAS memproyeksikan bahwa langkah ini akan berdampak positif terhadap performa keuangan perusahaan di masa depan.
Perseroan optimistis pembangunan ini mampu mendongkrak pendapatan serta laba bersih, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menyatakan bahwa perusahaan kini berada pada fase krusial dalam siklus pertumbuhan bisnisnya.
Fase ini ditandai dengan peningkatan produksi pada fasilitas heap leach serta akselerasi pembangunan fasilitas CIL dengan kapasitas mencapai 12 juta ton per tahun (Mtpa).
“Dengan pembangunan fasilitas utama dan infrastruktur pendukung yang berjalan sesuai rencana, EMAS tetap fokus mengembangkan Pani menjadi tambang emas berskala besar dan berumur panjang,” ujar Boyke sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi perusahaan, Rabu (26/8/2026).
Data operasional menunjukkan kinerja Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengalami lonjakan signifikan.
Produksi tercatat meningkat menjadi 15.594 ounces pada kuartal kedua 2026, jauh melampaui capaian kuartal pertama 2026 yang hanya sebesar 1.818 ounces.
Peningkatan tersebut dipicu oleh keberhasilan proses ramp-up pada operasi fasilitas heap leach yang sedang berjalan.
Kehadiran fasilitas CIL nantinya akan melengkapi operasi heap leach sekaligus meningkatkan kapasitas pengolahan secara menyeluruh.
EMAS bahkan telah merancang desain fasilitas CIL agar memiliki fleksibilitas untuk mengakomodasi peningkatan kapasitas hingga 24 Mtpa di masa mendatang.
Selain fasilitas CIL, anak usaha MDKA tersebut telah menuntaskan pembangunan cell 1 dan 2 pada fasilitas heap leach.
Pihak perusahaan juga terus melakukan peninggian tanggul sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas hingga akhir tahun 2026.
Pengembangan akan berlanjut ke tahun 2027 dengan dimulainya pembangunan cell ketiga yang saat ini persiapannya telah dilakukan.
Setelah seluruh tahapan rampung, fasilitas heap leach Tambang Emas Pani diproyeksikan memiliki total kapasitas sekitar 62 juta ton bijih.
Saat ini, EMAS tengah mematangkan persiapan lahan untuk fasilitas CIL dengan target pengecoran beton pertama dijadwalkan pada awal kuartal keempat 2026.
Pembangunan infrastruktur pendukung lainnya juga dikerjakan secara paralel, termasuk fasilitas penampungan limbah (tailings).
Perseroan juga memastikan ketersediaan pasokan energi listrik dengan menjalin kolaborasi bersama PLN untuk menunjang peningkatan kapasitas operasional tambang.





















