Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan terbatas dalam perdagangan hari ini, Rabu (26/8/2026).
Proyeksi ini muncul setelah indeks utama bursa domestik tersebut sempat terkoreksi sebesar 24,26 poin atau 0,37% ke level 6.501,67 pada penutupan perdagangan Senin (24/8/2026).
Analis memandang pergerakan pasar saham akan sangat dipengaruhi oleh dinamika eksternal serta sentimen makroekonomi global yang berkembang.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa potensi kenaikan indeks masih tetap ada meski berada dalam rentang yang terbatas.
“Untuk Rabu, kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan support 6.488 dan resistance 6.507,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Senin (24/8/2026).
Menurut Herditya, para pelaku pasar saat ini sedang memberikan perhatian khusus terhadap fluktuasi harga emas yang terpantau terus menunjukkan tren penguatan.
Selain komoditas emas, investor juga tengah menantikan hasil dari agenda Jackson Hole serta rilis sejumlah data makroekonomi penting dari Amerika Serikat.
Sentimen tersebut menuntut investor untuk lebih cermat dalam memperhatikan pergerakan nilai tukar Rupiah serta kondisi bursa global secara keseluruhan.
Secara teknikal, terdapat ruang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikan, namun pergerakannya mulai terhambat oleh keberadaan area resistance yang cukup kuat.
Di sisi lain, perspektif berbeda disampaikan oleh Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang.
Ia mencatat bahwa secara teknikal, IHSG saat ini masih mampu bertahan di atas garis moving average (MA) 100.
“Histogram MACD juga masih berada di area positif, meski indikator Stochastic RSI mulai mendekati area overbought,” jelas Alrich.
Berdasarkan kondisi tersebut, ia memproyeksikan IHSG cenderung akan bergerak mendatar atau sideways pada rentang 6.450 hingga 6.570.
Terkait strategi investasi, Herditya memberikan rekomendasi bagi pelaku pasar untuk mencermati saham-saham dari sektor pertambangan.
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu pilihan dengan target harga berada di kisaran Rp3.300 hingga Rp3.450 per lembar saham.
Selain itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga dinilai menarik dengan target harga pada rentang Rp2.520 hingga Rp2.570 per saham.
Emiten lainnya yang masuk dalam daftar pantauan adalah PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga di level Rp4.300 sampai dengan Rp4.420 per saham.
Para investor diharapkan tetap memperhatikan manajemen risiko di tengah ketidakpastian pasar yang mungkin terjadi akibat rilis data ekonomi dari Amerika Serikat.
Kepatuhan terhadap analisis teknikal dan fundamental menjadi kunci dalam menentukan langkah transaksi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif pada pertengahan pekan ini.






















