Felda Kuasai 37% Saham BWPT, Potensi Penjualan Saham Tekan Harga

Ikhwan Setiawan

Felda Kuasai 37% Saham BWPT, Potensi Penjualan Saham Tekan Harga

Jakarta – Pergerakan harga saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Rabu (26/8/2026).

Nilai saham emiten perkebunan tersebut merosot tajam sebesar 10,28% hingga menyentuh level Rp 96 per lembar.

Penurunan ini terjadi seiring dengan kembali mencuatnya isu sengketa investasi yang melibatkan Felda Investment Corp Sdn Bhd (FIC) di perusahaan tersebut.

Sentimen negatif ini dinilai pasar sebagai faktor utama yang memicu ketidakpastian mengenai masa depan kepemilikan saham perusahaan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengungkapkan bahwa isu tersebut membuka kembali spekulasi mengenai struktur kepemilikan BWPT di masa depan.

“Secara umum, isu ini berpotensi menjadi sentimen negatif bagi BWPT dalam jangka pendek, terutama karena kembali membuka ketidakpastian mengenai struktur kepemilikan dan potensi penyelesaian investasi Felda,” ujar Nafan pada Rabu (26/8/2026).

Saat ini, entitas asal Malaysia tersebut tercatat masih menggenggam sekitar 37% porsi saham di BWPT.

Meskipun isu sengketa kembali mengemuka, analis menilai bahwa hal tersebut tidak serta-merta menjadi indikator bahwa Felda akan segera melakukan aksi jual besar-besaran.

Dampak terhadap harga saham di pasar modal nantinya akan sangat bergantung pada mekanisme yang dipilih untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Jika nantinya divestasi dilakukan melalui skema negotiated deal atau block trade kepada investor strategis, tekanan terhadap likuiditas pasar reguler dapat diredam.

Sebaliknya, jika penjualan dilakukan secara terbuka dalam tempo yang singkat, pasar akan dihadapkan pada risiko overhang supply.

Besarnya volume kepemilikan saham yang mencapai 37% tersebut berpotensi menekan harga jika tidak diserap dengan mekanisme yang tepat.

Namun, skenario keluarnya Felda dari struktur pemegang saham tidak selalu dipandang sebagai kabar buruk oleh pelaku pasar.

Kehadiran investor strategis baru justru bisa menjadi katalis positif bagi fundamental perusahaan ke depannya.

Investor baru berpotensi membawa suntikan modal segar, perbaikan tata kelola perusahaan, hingga sinergi bisnis yang lebih kuat bagi BWPT.

“Fokus investor bukan hanya pada apakah Felda keluar atau tidak, melainkan siapa pembelinya, pada harga berapa, dan bagaimana mekanisme transaksinya,” tambah Nafan.

Sebelum terkoreksi pada hari ini, saham BWPT sempat mencatatkan performa yang cukup impresif pada pekan lalu.

Pada perdagangan Kamis (20/8/2026), harga saham perusahaan sempat melonjak hingga 21,74% di level Rp 112 per saham.

Meski sempat menguat, koreksi tajam hari ini memangkas akumulasi kenaikan harga saham BWPT menjadi 23,08% dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Ketidakpastian diplomatik yang membayangi investasi ini kini menjadi perhatian utama para pemegang saham di pasar modal.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar