IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Simak Sentimen dan Proyeksinya

persen

IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Simak Sentimen dan Proyeksinya

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak mendatar atau sideways pada perdagangan hari ini, Jumat (28/8/2026).

Potensi pergerakan ini dipicu oleh sikap waspada investor terhadap dinamika ekonomi global serta kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, memproyeksikan IHSG akan bermain di rentang level 6.450 hingga 6.580.

Estimasi tersebut muncul setelah pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), IHSG berhasil mencatatkan penguatan signifikan sebesar 116,07 poin atau setara 1,81% menuju level 6.521,75.

Fokus utama para pelaku pasar saat ini tertuju pada simposium Jackson Hole yang menghadirkan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed).

“Agenda tersebut menjadi salah satu perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS,” ujar Alrich sebagaimana dikutip dari laporan analisis Phintraco Sekuritas, Jumat (28/8/2026).

Ketidakpastian kebijakan suku bunga ini berakar dari data inflasi Amerika Serikat yang masih menunjukkan tekanan.

Indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) inti tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan pada Juli 2026.

Angka tersebut masih melampaui target jangka panjang The Fed yang dipatok di level 2%.

Situasi ini memicu kehati-hatian investor dalam menempatkan modal di pasar saham.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengamini bahwa investor saat ini cenderung bersikap defensif.

“Investor masih cenderung berhati-hati menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan korporasi,” kata Nafan melalui keterangan resmi Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jumat (28/8/2026).

Selain persoalan inflasi, pasar global turut memantau kinerja keuangan perusahaan teknologi besar, termasuk Nvidia.

Perusahaan tersebut menjadi sorotan utama karena posisinya sebagai pemain kunci dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan global.

Faktor eksternal lainnya yang memengaruhi sentimen pasar adalah situasi geopolitik yang memanas.

Nafan menyoroti potensi eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang dapat berdampak langsung pada volatilitas harga minyak mentah dunia.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga sedang melakukan penyesuaian portofolio investasi.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap agenda rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Perubahan komposisi indeks tersebut dijadwalkan akan berlaku efektif mulai 1 September 2026.

Menilik teknikal perdagangan hari ini, Nafan memetakan level dukungan atau support IHSG berada di angka 6.454 dan 6.358.

Sementara itu, level hambatan atau resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.552 hingga 6.654.

Kombinasi dari sentimen makroekonomi, kinerja emiten teknologi, dan dinamika geopolitik menjadi tantangan utama bagi investor dalam mengambil keputusan transaksi hari ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar