Jakarta – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Kamis (27/8/2026) yang didorong oleh optimisme investor terhadap sektor teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Indeks Nasdaq Composite memimpin laju kenaikan pasar dengan melesat 217,12 poin atau 0,83% ke level 26.342,87.
Indeks S&P 500 turut mencatatkan kenaikan sebesar 26,74 poin atau 0,35% ke posisi 7.702,44.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup menguat tipis 35,72 poin atau 0,08% menjadi 53.499,60.
Lonjakan harga saham Nvidia sebesar 7,3% menjadi katalis utama di balik sentimen positif tersebut.
Kinerja keuangan kuartalan Nvidia yang melampaui ekspektasi pasar kembali menegaskan dominasi perusahaan dalam ekosistem teknologi global.
“Pasar merespons positif prospek permintaan. Nvidia sudah menjadikan pencapaian di atas ekspektasi sebagai sesuatu yang rutin,” ungkap CEO Tuttle Capital Management, Matthew Tuttle (27/8/2026).
Sentimen positif dari Nvidia turut menular ke emiten teknologi lainnya yang terlibat dalam pengembangan infrastruktur AI.
Salesforce mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 14,4% setelah perusahaan tersebut meningkatkan proyeksi pendapatan tahunan serta mengintegrasikan model AI Claude.
Perusahaan keamanan siber, CrowdStrike, juga mengalami kenaikan harga saham sebesar 14,5% menyusul laporan laba kuartal kedua yang melampaui proyeksi analis.
Peningkatan serupa juga dirasakan oleh saham semikonduktor lainnya seperti Micron Technology dan Marvell Technology yang masing-masing menguat sekitar 1%.
Di sisi lain, ServiceNow dan Palo Alto Networks masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 5% dan 8,5%.
Meski optimisme sedang tinggi, para investor tetap mewaspadai risiko terkait pasokan komponen memori yang berpotensi menghambat pertumbuhan industri AI di masa depan.
Valuasi saham-saham sektor teknologi yang sudah berada di level tinggi juga menjadi catatan tersendiri bagi pelaku pasar.
Perhatian investor kini beralih pada kebijakan moneter The Federal Reserve yang akan dibahas dalam forum Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026).
Pasar menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk memperoleh kejelasan mengenai arah kebijakan suku bunga acuan.
Ketidakpastian ini muncul setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan tekanan harga yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.
“Investor ingin Warsh menjelaskan ambang batas dan data utama yang dapat membuatnya dan komite mengubah sikap dari mempertahankan suku bunga,” ujar Chief Market Strategist Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene (27/8/2026).
Di tengah dinamika pasar, data tenaga kerja AS menunjukkan penurunan klaim tunjangan pengangguran mingguan menjadi 203.000 per 22 Agustus, lebih baik dari prediksi ekonom sebesar 208.000.
Namun, tidak semua saham mencatatkan kinerja positif, dengan Moderna turun 4,6% akibat rencana penerbitan obligasi konversi.
HP mengalami penurunan sebesar 9% dipicu oleh melemahnya pengiriman komputer pribadi, sementara Dollar General turun 3,3% karena mempertahankan proyeksi penjualan tahunannya.






















