Pendapatan Adaro Andalan (AADI) Naik 6,25% Jadi US$ 2,55 Miliar

Ikhwan Setiawan

Pendapatan Adaro Andalan (AADI) Naik 6,25% Jadi US$ 2,55 Miliar

Jakarta – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester I-2026 dengan membukukan laba bersih sebesar US$ 473,77 juta.

Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,52 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di angka US$ 428,68 juta.

Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan yang mencapai US$ 2,55 miliar.

Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 6,25 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan US$ 2,40 miliar pada semester I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Selasa (1/9/2026), kontribusi terbesar pendapatan masih disokong oleh segmen pertambangan dan perdagangan batubara.

Segmen tersebut berhasil mencatatkan pendapatan mencapai US$ 2,38 miliar.

Selain bisnis utama, segmen logistik turut memberikan kontribusi signifikan dengan pendapatan sebesar US$ 300,37 juta.

Selanjutnya, penyewaan aset ketenagalistrikan beserta jasa penunjangnya menyumbang pendapatan sebesar US$ 44,21 juta.

Adapun pendapatan dari segmen lainnya tercatat sebesar US$ 33,50 juta.

Total pendapatan dari berbagai segmen tersebut kemudian dikurangi dengan eliminasi sebesar US$ 211,63 juta.

Dari sisi efisiensi operasional, manajemen AADI berhasil menekan laju kenaikan beban pokok pendapatan.

Perseroan membukukan beban pokok pendapatan sebesar US$ 1,76 miliar pada semester I-2026.

Beban ini tercatat meningkat 3,53 persen yoy dibandingkan US$ 1,70 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selisih pertumbuhan antara pendapatan dan beban pokok memicu lonjakan laba bruto perusahaan.

Laba bruto AADI mencapai US$ 782,70 juta, atau meningkat 12,53 persen yoy dari periode sebelumnya yang sebesar US$ 695,52 juta.

Sejalan dengan hal tersebut, laba usaha perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,44 persen yoy.

Angka laba usaha tercatat menjadi US$ 729,50 juta pada semester I-2026, dibandingkan US$ 666,54 juta pada semester I-2025.

Sementara itu, posisi keuangan perusahaan hingga akhir semester I-2026 terpantau stabil dengan total aset mencapai US$ 6,32 miliar.

Struktur permodalan perusahaan terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,39 miliar.

Sedangkan total ekuitas yang dimiliki perseroan tercatat sebesar US$ 3,93 miliar.

Kinerja positif ini mengindikasikan ketahanan operasional AADI di tengah dinamika harga komoditas global.

Perusahaan terus mengandalkan integrasi antara segmen pertambangan dan logistik untuk menjaga margin keuntungan tetap kompetitif.

Data keuangan ini menegaskan posisi AADI sebagai salah satu emiten produsen batubara termal dengan fundamental yang kuat di pasar modal Indonesia.

Seluruh angka keuangan tersebut mencerminkan efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perusahaan selama paruh pertama tahun 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar