IHSG Menguat ke 6.564, PTBA dan WIFI Pimpin Deretan Top Gainers

persen

IHSG Menguat ke 6.564, PTBA dan WIFI Pimpin Deretan Top Gainers

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa, 1 September 2026, dengan performa yang cukup impresif di Bursa Efek Indonesia.

Data pasar menunjukkan indeks utama tanah air ini berhasil mencatatkan penguatan sebesar 39,06 poin atau setara dengan kenaikan 0,6 persen.

Posisi indeks pada pukul 09.09 WIB berada di level 6.564,538.

Tren positif ini didorong oleh dominasi hijau pada hampir seluruh indeks sektoral yang melantai di bursa.

Sektor perindustrian menjadi motor penggerak utama dengan mencatatkan lonjakan paling signifikan sebesar 1,01 persen.

Sentimen positif juga merambah ke berbagai sektor lainnya di awal sesi perdagangan.

Deretan sektor yang turut mencatatkan apresiasi harga meliputi sektor teknologi, sektor keuangan, serta sektor transportasi dan logistik.

Sektor energi juga terpantau bergerak di zona hijau bersama dengan sektor kesehatan dan sektor barang baku.

Tidak ketinggalan, sektor infrastruktur serta sektor barang konsumen non-primer dan primer juga menunjukkan kontribusi terhadap penguatan indeks.

Di sisi lain, pergerakan pasar tidak sepenuhnya seragam karena adanya tekanan pada sektor properti dan real estate.

Sektor tersebut tercatat sebagai satu-satunya yang mengalami koreksi di awal perdagangan dengan pelemahan sebesar 0,12 persen.

Kondisi pasar saham ini terjadi di tengah dinamika mata uang Rupiah yang terpantau dibuka menguat tipis ke level Rp 17.718 per Dolar AS pada hari yang sama.

Sementara itu, pasar regional Asia secara umum justru menunjukkan kecenderungan melemah di awal sesi.

Pergerakan saham-saham dalam indeks LQ45 mencerminkan optimisme investor terhadap sejumlah emiten tertentu.

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan harga mencapai 6,25 persen.

Kenaikan signifikan juga dialami oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang menguat sebesar 5,71 persen.

Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) turut menyusul dalam jajaran saham dengan performa positif melalui kenaikan sebesar 2,27 persen.

Sebaliknya, tekanan jual melanda beberapa saham berkapitalisasi besar yang masuk dalam daftar top losers.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi saham dengan pelemahan terdalam di kelompok LQ45, yakni sebesar 3,44 persen.

Penurunan juga menimpa PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi sebesar 3,13 persen.

Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan penurunan harga sebesar 2 persen.

Para pelaku pasar saat ini tengah memantau kelanjutan tren ini untuk melihat apakah momentum penguatan IHSG dapat bertahan hingga penutupan sesi perdagangan sore nanti.

Kestabilan nilai tukar Rupiah dan sentimen dari bursa regional diperkirakan akan tetap menjadi faktor penentu arah pergerakan pasar modal domestik sepanjang hari ini.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar